Sabtu, 24 September 2011

Perhitungan porsi makanan katering

Memang tidak ada ukuran yang pas agar makanan yang disajikan di pesta pernikahan Anda tidak ada kekurangan. Kedua mempelai serta orang tua pastinya ingin agar tamunya bisa menikmati hidangan yang mereka sukai dan dalam porsi yang pas. Tapi yang sering terjadi (kalau tidak mau dibilang pasti terjadi), dana yang dianggarkan tidak sesuai dengan pengeluaran untuk urusan perut yang satu ini. Bilapun dananya ada, perhitungannya ada yang kurang.

Tamu undangan yang datang ke pesta selain ingin memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai pasti ingin menikmati hidangan yang disediakan. Resepsi pernikahan terkadang menjadi ajang reuni teman-teman sekolah atau rekan-rekan kerja di tempat yang lama. Orang tua pun pastinya ingin mengundang sanak keluarga yang terkadang jarang bertemu. Ajang pertemuan ini akan terasa lengkap bila tersedia makanan dan minuman dalam jumlah yang tepat.

Ada beberapa cara memperhitungkan porsi makanan yang mendekati kata cukup. Tapi cara ini yang banyak digunakan pengantin yang telah menikah:

- Sesuaikan jumlah undangan dengan dana yang ada

- Seandainya Anda mengundang 500 undangan, porsi makanan yang harus diperhitungan biasanya dikalikan 2 menjadi 1000 porsi makanan. Meskipun perhitungan kasar ini terkadang meleset karena ada juga tamu yang membawa anggota keluarga lainnya sehingga untuk 1 undangan yang datang misalnya 3 atau 4. Tapi anggap saja 1000 porsi makanan yang harus dipersiapkan.

- Ada beberapa alternatif rasio antara porsi makanan buffet berbanding dengan porsi makanan pondokan/ stall: 65 banding 35, 70 banding 30, atau 80 banding 20.

- Pemilihan rasio perbandingan ini juga ditentukan menu pondokan yang dipilih. Bila menu pondokan yang dipilih itu makanan yang relatif berat dan mengenyangkan, maka rasio 70: 30 atau 80:20 bisa digunakan. Tapi jika menu pondokannya kebanyakan makanan yang ringan dan kurang ‘nendang’, maka rasio 65:35 bisa digunakan.

- Lalu bagaimana rasio perbandingan ini bekerja? Untuk menu buffet, angka yang digunakan adalah angka 65% (untuk rasio 65:35), 70% dan 80 %. Jika porsi makanan yang dibutuhkan itu 1000 porsi makanan, berarti angka untuk porsi buffet adalah 650 porsi atau 700 porsi atau 800 porsi (tergantung rasio yang digunakan).

- Untuk menentukan porsi makanan untuk menu pondokan, kalikan angka 300 (hasil dari 1000 porsi makanan dikurang 700 makanan buffet dengan rasio 70:30) dengan angka 4 atau 5. Ditemukan hasilnya yaitu 300 x 4 = 1200 porsi menu pondokan. Untuk amannya, memperhitungkan jumlah undangan yang datang melebihi perkiraan, kalikan 300 X 5 = 1500 porsi.

- Kita ambil kesimpulan: untuk 500 undangan ada 1000 porsi makanan yang harus dipenuhi. Dengan rasio 70:30, berarti si empunya hajat harus menyediakan 700 porsi makanan buffet dan 1200 porsi makanan pondokan.

Mengatur Biaya Pernikahan

Pernikahan adalah sebuah momen yang akan dikenang sepanjang hidup seseorang. Bagaimana tidak, pernikahan menyatukan dua manusia menjadi satu keluarga. Pernikahan juga menyambung silaturahmi antara dua keluarga besar menjadi saudara.

Tapi bukan berarti seluruh sumber daya finansial yang dimiliki dihabiskan hanya untuk sebuah acara pernikahan saja. Karena masih banyak pengeluaran lain setelah itu yang sebaiknya diprioritaskan. Seperti untuk membeli rumah dan kendaraan sendiri, serta dana pendidikan anak-anak nanti tentunya. Yang perlu dikhawatirkan oleh seseorang yang siap menikah bukanlah biaya untuk acara pernikahannya, melainkan biaya hidup setelah itu untuk bisa mandiri.

Untuk bisa mendapatkan momen pernikahan yang indah, tidak harus dilakukan dengan mewah. Triknya adalah dengan mengantisipasi beberapa faktor yang sangat menentukan besar kecilnya biaya yang diperlukan.

Di rumah atau sewa gedung?
Kalau tidak mau repot, memang akan lebih baik kalau pernikahannya diadakan di gedung saja. Namun tentunya akan ada konsekuensi dari segi biaya. Yaitu adanya pos pengeluaran untuk membayar sewa gedung. Maka bisa jadi harga sewa gedung bisa menjadi pertimbangan utama dalam memilih gedung yang akan digunakan. Jangan sampai anggaran pernikahan Anda tersedot habis untuk biaya sewa gedung, karena masih banyak pengeluaran lain yang juga tidak kalah besarnya.

Tapi jangan terkecoh dengan iklan biaya sewa gedung yang murah, tanyakan dulu fasilitas apa saja yang sudah termasuk dalam harga tersebut. Apakah sudah termasuk kursi dan lainnya. Lalu apakah ada tambahan untuk perizinan, listrik dan sebagainya. Dan ingat, biaya yang akan dikeluarkan bukan cuma untuk menyewa gedung saja melainkan juga untuk sarana pendukungnya seperti katering, dekorasi, dokumentasi dan sebagainya. Mau tidak mau Anda akan diminta untuk menggunakan katering atau dekorasi dari rekanan gedung tersebut. Tentunya harganya akan lebih mahal dibandingkan dengan harga di luar, bisa jadi pengelola gedung memasang standar harga yang relatif murah untuk sewa gedungnya tapi mematok harga yang cukup mahal untuk kateringnya. Jadi untuk membandingkan mana yang lebih murah, hitung biaya sewa, katering, dekorasi dan biaya tambahan lainnya juga.

Selain itu, cermati juga kapasitas gedungnya. Tentunya Anda tidak ingin tamu undangan Anda berdesak-desakan karena gedungnya terlalu kecil. Pilih gedung yang memang bisa menampung undangan sebanyak yang direncanakan, tapi jangan juga memilih gedung yang terlalu besar. Selain biayanya lebih mahal, acaranya juga bisa terkesan sepi karena ruangannya terlihat kosong. Bukan cuma ukuran ruangannya lho yang harus dilihat, cermati juga kapasitas tempat parkiranya agar tidak menggangu lingkungan sekitar. Survey langsung dan lihat seberapa banyak kira-kira daya tampung tempat duduk, orang berdiri, dan parkirannya.

Dengan anggaran terbatas, akan lebih ekonomis mengadakan acara pernikahannya di rumah saja. Memang sih, Anda akan lebih repot, tapi penghematannya juga bisa lumayan besar. Malah bisa jadi penentuan tempat di rumah atau di gedung adalah faktor pertama yang menentukan besar atau tidaknya biaya yang diperlukan. Apalagi kalau Anda punya keluarga besar yang bisa dengan senang hati membantu, kenapa tidak minta tolong saja kepada mereka. Saya percaya mereka tidak akan keberatan. Malah akan menjadi kebahagiaan mereka juga untuk bisa ikut berpartisipasi dalam acara pernikahan Anda.

Jumlah Undangan
Selain masalah gedung, faktor kedua yang paling penting untuk menentukan besar kecilnya biaya pernikahan adalah jumlah tamu yang diundang. Bukan cuma biaya cetak undangan saja yang diperhitungkan, jumlah tamu yang diundang juga akan mempengaruhi kapasitas gedung yang harus disewa, banyaknya makanan yang dipesan dan sebagainya.Tentunya tidak mungkin mengadakan pesta kecil-kecilan saja sedangkan Anda mengundang begitu banyak orang. Dan menjadi mubazir juga kalau mengadakan acara besar hanya untuk sedikit orang yang diundang.

Acara pernikahan bukan cuma acaranya pasangan pengantin, tapi juga acara bagi kedua keluarga besar besan. Jangan lupa untuk menghitung jumlah yang akan diundang oleh pihak pengantin laki-laki, pengantin perempuan, dan kedua keluarga besan. Pastikan Anda sudah punya perkiraan jumlah undangan sebelum mencetak undangan dan memesan gedung. Akan lebih baik lagi kalau daftar namanya pun sudah siap.

Wedding Organizer
Terkadang untuk menyiapkan sendiri teknis acara pernikahan, akan menghabiskan banyak waktu dan perhatian. Padahal, masih banyak hal lain yang perlu disiapkan menghadapi hari H. Dan tentunya akan lebih merepotkan lagi kalau belum pernah menjadi panitia acara pernikahan sebelumnya,.

Kalau mau praktis, Anda bisa memanfaatkan jasa wedding organizer. Bukan cuma acara di gedung saja, wedding organizer pun bisa membantu Anda untuk menyiapkan acara pernikahan yang diadakan di rumah.

Memang akan ada tambahan dari segi biaya, tapi kalau pekerjaan yang mereka lakukan bisa banyak membantu Anda, rasanya tidak mengapa keluar lebih banyak uang untuk sesuatu yang memang berharga. Dan bukan tidak mungkin kalau total biaya yang harus dikeluarkan justru bisa dihemat. Karena mereka lebih berpengalaman, bisa jadi mereka sudah punya langganan yang bisa memberikan diskon atau punya konsep dekorasi yang bagus tapi tidak mahal.

Lebih praktis dengan sistem paket
Sebagian dari Anda mungkin merencanakan acara pernikahan dengan batasan anggaran. Artinya, Anda tidak mau pusing-pusing menghitung biaya yang harus dikeluarkan per item seperti undangan, dekorasi, gedung, katering, dan sebagainya.

Sama dengan ketika memesan makanan di restoran fast food, daripada pusing memilih menu, pilih saja paket yang sudah ada. Yang menyediakan sistem paket ini biasanya selain wedding organizer juga hotel dan pengelola gedung. Harganya juga bervariasi, mulai dari 5 juta untuk yang sederhana sampai yang ratusan juta rupiah juga ada.

Anda bisa memilih paket yang sudah tetap harganya. Atau bisa juga paket yang dihitung per orang. Untuk paket yang sudah tetap harganya, Anda bisa memilih sesuai dengan batasan anggaran, namun tentunya harus rela untuk membatasi undangan sesuai dengan paketnya. Sedangkan untuk paket per orang, Anda bisa lebih fleksibel menentukan berapa jumlah tamu yang akan diundang. Sedangkan untuk paket yang dihitung per orang, Anda bisa lebih fleksibel menentukan berapa jumlah tamu yang akan diundang.

Tips Menghemat Biaya Pernikahan:
Gedung tak harus strategis Tujuan diadakannya acara pernikahan di gedung adalah untuk mendapatkan ruangan yang cukup besar menampung semua tamu dan tidak repot menyiapkannya. Tidak perlu gedung yang lokasinya sangat strategis agar tamu mudah menjangkaunya, karena tamu undangan memang sudah berniat untuk datang dimanapun lokasinya. Untuk menghemat biaya gedung, lokasinya mungkin tidak usah yang dipinggir jalan utama, yang penting mudah dicari dan aksesnya jalannya baik. Tidak usah juga gedung yang terlihat mewah karena toh nantinya juga akan didekor. Yang penting bisa menampung semua tamu undangan yang hadir. Bahkan kalau bisa, pilih gedung yang tidak komersil, dalam arti tidak disewakan secara khusus untuk mengadakan acara-acara tertentu. Mungkin Anda pernah menghadiri sebuah acara pernikahan di mesjid, gedung olah raga, atau mungkin balai warga di lingkungan rumahnya. Saya rasa tidak diterapkan tarif komersil untuk acara tersebut. Kalaupun harus membayar uang sewa, Anda tidak diharuskan memilih katering dan dekorasi dari rekanan pengelola yang tarifnya lebih mahal.
Di rumah pun bisa lebih indah Acara pernikahan yang baik tidak harus di tempat yang mewah, rumah sendiri pun bisa disulap menjadi tempat acara yang indah. Ingat, faktor pertama yang mempengaruhi besar atau kecilnya biaya adalah tempat. Pernikahan di rumah sendiri bisa menghemat banyak pos pengeluaran seperti untuk sewa tempat dan katering. Bahkan di rumah pun bisa lebih indah, tinggal bagaimana kita mengaturnya saja. Kalau punya halaman luas, Anda bisa memasang tenda tertutup yang bisa menampung banyak tamu. Memang akan lebih mahal daripada tenda biasa yang terbuka, tapi tentunya masih lebih murah daripada menyewa gedung.
Bijak memilah undangan Faktor kedua yang menentukan besar atau kecilnya biaya pernikahan adalah jumlah undangan. Kalau Anda dibatasi oleh kuota jumlah undangan, pilih dengan baik siapa saja yang akan diundang. Mulai dari yang terdekat, baru kemudian yang jauh. Dekat bisa dalam arti hubungan dan dekat dalam arti tempat tinggal. Kalau Anda mengadakan acara akad nikah dan resepsi yang terpisah, hal ini bisa menyiasati banyaknya tamu yang diundang. Undang kerabat, tetangga dan teman-teman di lingkungan sekitar untuk menghadiri acara akad nikah yang diadakan di rumah. Sedangkan sisanya yang tidak tinggal dekat dengan rumah bisa diundang untuk menghadiri resepsinya di gedung.
Variatif menghidangkan makanan Tidak perlu banyak-banyak memesan makanan, yang penting bervariasi. Daripada terlalu banyak menaruh makanan di meja prasmanan utama. Akan lebih baik membuat banyak tempat makanan kecil-kecil yang terpisah dengan hidangan yang berbeda-beda. Selain mengurangi antrian, para undangan juga tidak akan merasa kehabisan makanan karena bervariasinya hidangan.
Masih bisa didiskon Walaupun Anda memilih harga paket, tidak usah sungkan untuk minta diskon. Atau ketika memesan katering, walaupun harganya sudah jelas tertera di brosur, bukan berarti tidak bisa didiskon lho. Negosiasi saja dengan pengelola kateringnya untuk diberikan diskon. Dan perhatikan dengan baik kredibilitas pengelola katering, karena Anda tidak bisa betul-betul menghitung apakah porsi yang dihidangkan sesuai dengan pesanan.

10 Langkah / persiapan menuju Pernikahan


KEKASIH Anda melamar di awal tahun ini? Jangan dulu tenggelam dalam kebahagiaan. Mulailah mengatur berbagai hal menjelang pernikahan.




Mewujudkan pernikahan impian bisa menjadi malapetaka bila tidak dilakukan dengan pengaturan yang tepat. Terdapat 1001 masalah yang bisa membuat Anda dan pasangan menjerit frustrasi. Tidak jarang urusan pernikahan pun membawa bumbu pertengkaran di tengah hubungan Anda dan pasangan. Tapi, jangan dulu panik. Kami punya 10 cara mantap untuk mempersiapkan Anda menuju pernikahan impian.


1. Mulai Persiapan

Ambil napas dalam-dalam dan jernihkan pikiran Anda. Menerima cincin pertunangan memang membahagiakan, namun hal itu pun berarti satu hal, pengaturan pesta pernikahan yang tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik, juga mental. Pertama, yang harus Anda lakukan adalah menetapkan tanggal pernikahan. Diskusikanlah dengan pihak keluarga. Namun satu hal yang tidak boleh Anda lupakan,persiapan pernikahan membutuhkan waktu minimal enam bulan.

2. Tetapkan Bujet

Seindah apa pun pernikahan impian Anda, hal itu tidak akan terwujud tanpa perencanaan biaya yang tepat. Lebih baik Anda dan pasangan merancang pesta pernikahan sesuai bujet. Mintalah bantuan konsultan keuangan untuk hasil yang lebih maksimal.Anda tentu tidak ingin jatuh miskin setelah pesta usai,bukan?

3. Cincin Pernikahan

Pilih cincin pernikahan bersama pasangan. Lebih baik bila Anda membeli cincin pernikahan dengan ukiran tertentu yang akan membuat perhiasan tersebut selalu dikenang.

4. Kartu Undangan

Jangan dikira kartu undangan bukan elemen penting. Bahkan, kartu tersebut berperan sebagai perpanjangan tangan Anda dan pasangan pada para tamu undangan. Kartu itu pun menjadi cerminan bentuk pesta pernikahan Anda.Tapi lebih dari itu, pilihlah undangan Anda. Pesta pernikahan akan terasa lebih khidmat bila dilakukan di tengah orang-orang terkasih.

5. Hubungi Pihak Terkait

Pernikahan membutuhkan bantuan dari banyak pihak. Bila Anda merasa tidak sanggup, hubungi saja wedding organizer untuk menangani semua hal. Namun, tidak berarti Anda tinggal duduk santai hingga hari pernikahan tiba, sebaliknya Anda merupakan pemegang keputusan utama dalam berbagai hal.

6. Gedung

Menyewa gedung bisa menjadi hal yang rumit. Apalagi bila Anda melakukan pernikahan saat high season. Bisa jadi gedung serbaguna serta ballroom hotel sudah fully booked. Untuk itu, dibutuhkan antisipasi sekaligus perencanaan yang matang.

7. Dekorasi

Sudah mendapatkan venue yang tepat? Kini saatnya menentukan dekorasi. Pernikahan bertema menjadi tren belakangan ini, seperti tema green wedding yang tengah digemari tahun 2012 ini. Diskusikan secara mendalam mengenai tema, karena hal tersebut akan memengaruhi pesta secara keseluruhan.

8. Pilih Gaun Impian

Ingatlah, desainer bukan ibu peri. Mereka membutuhkan waktu yang cukup untuk mewujudkan gaun impian Anda. Bekerjasamalah dengan desainer mulai pemilihan kain hingga penempatan detail. Tapi, bila Anda tidak ingin repot, pilih saja gaun dari bridal.Anda bahkan tidak perlu membelinya, cukup menyewa gaun yang Anda inginkan untuk dipakai di hari bahagia nanti. Tapi,ini pun butuh waktu karena dibutuhkan proses fitting yang cukup lama untuk mempersiapkan gaun tersebut.

9. Katering

Seperti juga gedung, katering pun membutuhkan perencanaan yang matang. Pasalnya, pilihan menu Anda akan menjadi salah satu bentuk penilaian tamu undangan terhadap pesta pernikahan. Bahkan, bila mereka menganggap makanan yang disajikan lezat dan berbeda,pestapernikahan Anda bisa menjadi salah satu bentuk promosi bagi perusahaan katering tersebut.

10. Hiburan

Pesta tidaklah meriah tanpa musik. Pilihlah musik yang menjadi kenangan Anda dan pasangan. Lebih baik bila band pilihan Anda bisa memainkan semua lagu tersebut. Namun bila tidak, siasati dengan memutar CD berisi pilihan lagu Anda berdua.

Dan kami "Alya Prameswari Wedding Organizer" siap untuk melayani segala keperluan anda dengan paket paket pernikahan yang sesuai dengan keinginan dan sesuai budget anda , untuk menciptakan sebuah Pesta Pernikahan yang Mewah tanpa meninggalkan makna Ritual Adat Tradisional sesuai keinginan anda dan pasangan.

Jangan Ragu Konsultasikan rencana pernikahan anda kepada kami GRATISSSS !!

Hub. Ibu Hj. Ismiyati Yulia Suwadi, No.Hp : 08154043948 dan kunjungi kediaman kami di Jalan Nusantara 6   No.41 Bandar Lampung.  (masuk dari samping Radar Lampung 2 Jalur Sultan Agung).

  

Bagaimana sebuah pesta pernikahan dibilang Mewah

Saya tidak melihatnya dari sudut pandang besarnya anggaran yang ada. Saya lebih suka mereferensikan melalui kekuatan konsep mulai dari

Pemilihan venue,
Jika konsep sudah disepakati akan lebih baik segeralah mencari venue yang sesuai dengan konsep. Banyak pilihan buat Anda untuk menentukan venue diantaranya Ballroom, Mansion, Restaurant, Garden, Chapel, etc. tentu saja pilihan Anda harus sesuai dengan konsep yang ada. Perlu diingat bukan berarti pesta mewah hanya terjadi jika Anda memilih Mansion. karena Restaurant juga menjadi pilihan menarik jika Anda memiliki konsep yang tepat.

Kreasi warna dekorasi,
Warna itu utama, karena tamu undangan dapat merasakan ambiance dari dekorasi utamanya melalui warna. Sekali Anda menyebut warna kepada dekorator maka akan berlanjut kepada pemilihan bunga, furniture, dan sebagainya. jangan lupa selaraskan warna Anda tidak hanya untuk dekorasi tetapi juga gaun, wedding cake, dan lainnya.

Ide unik dari pernak pernik,
Tidak semua pengantin memiliki ide unik, bahkan pesta pernikahan jadi sering seragam antar satu dengan yang lain. hal itu membuat tamu undangan tidak mendapatkan suasana yang menyenangkan dalam pesta. Think different! tidak selamanya pemikiran yang salah itu buruk jika Anda berfikir berbeda. bisa jadi kekeliruan Anda membuat tamu undangan bilang ‘gila… kereeeen banget!”. tak perlu takut salah jika mau mewujudkan pernak pernik dengan ide yang unik.

Kesiapan mental,
Siapa sih yang menjadi aktor dan aktris dalam pertunjukan malam itu, ya! Anda sebagai sepasang pengantin. Jangan hancurkan pesta Anda karena ketidaksiapan mental! sering lhoh saya menjumpai pengantin cewe cemberut selama pesta karena kehadiran ex-nya sang suami atau pengantin cowo yang gerah dengan kostum adatnya.

Pilihan menu makan,
Worth it jika yang satu ini Anda anggarkan paling besar. Pilihan cita rasa yang lezat akan memberi kesan di lidah, di dasar perut dan didalam hati hehehe… berikan kelimpahan menu makanan tidak hanya dari jumlah tetapi berikan banyak pilihan menu dan kualitasnya.

Abadikan
Semua tak akan berarti jika Anda tidak mendokumentasikannya. Photography can tell a million… apalagi jika foto dan video dibuat secara konseptual maka secara emosional Anda akan merasakan dan berulang-ulang menyatakan bahwa pesta Anda adalah yang terbaik.

Mata Cantik di hari Pernikahan

Perancang gaun pengantin, Tina Andrean, berbagi tips kecantikan bagi wanita yang akan memasuki pernikahan melalui bukunya A White Dress Story. Berikut tips untuk mendandani mata.

Sebelum hari H:

- Untuk mengurangi mata sembab dan lingkaran hitam di bawah mata, oleskan krim mata dingin secara rutin seminggu sebelum hari H.
- Cabut alis setidaknya 2 hari sebelum hari H, jangan pada hari H untuk mengurangi kemungkinan-kemungkinan terburuk, seperti kemerahan, salah cabut, dan lainnya.
- Lakukan diet garam. Hindari makanan yang mengandung garam penyebab mata sembab sejak beberapa hari sebelum hari H.

Di hari H:
- Gunakan maskara tahan air. Ini adalah hari bahagia yang tak jarang mengundang air mata pula, kan?
- Hindari eyeliner hitam yang memberi kesan “tough”. Pilih eyeliner warna coklat, khususnya untuk acara pernikahan yang diadakan di luar ruangan atau yang diadakan di siang hari.
- Gunakan eyeshadow berwarna muda ketimbang warna eyeshadow gelap.
- Jika memiliki warna kulit cenderung putih, gunakan eyeshadow putih untuk memberi highlight di tulang mata atas. Untuk yang memiliki kulit lebih gelap, gunakan eyeshadow berwarna vanila atau soft peach untuk highlighter.
- Untuk memberi kesan natural pada alis mata, sapukan eyeshadow berwarna coklat dengan sisir khusus alis.
- Sediakan obat tetes mata untuk mengatasi mata kemerahan atau iritasi di hari H.

Pernikahan Sempurna Lewat Jasa Wedding Planner

Sebuah pernikahan yang berjalan dengan lancar dan sukses sering kali tak lepas dari kehadiran wedding planner atau perencana pernikahan. Tak jarang, wedding planner dianggap sebagai sahabat, penengah, dan pemersatu calon mempelai dan keluarganya.

Mempersiapkan pernikahan merupakan hal yang sangat penting. Siapapun pasti menginginkan pernikahan terbaik dalam hidupnya. Namun, terkadang kesibukan calon mempelai membuat mereka tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengurus sendiri pernikahannya. Minimnya pengetahuan akan persiapan pernikahan dan sebagainya membuat jasa wedding planner menjadi sebuah kebutuhan. Bahkan sekarang ini tugas wedding planner tidak lagi sekadar menjadi perpanjangan tangan calon mempelai semata. Melainkan membantu memperlancar dan menciptakan sebuah pernikahan yang paling berkesan bagi calon mempelai dan keluarga. Dan tentunya mengundang decak kagum para tamu yang hadir.
Meringankan Beban Calon Mempelai

Menggunakan jasa wedding planner memang bukan sebuah keharusan. Namun seiring dengan bergulirnya waktu dan perkembangan masa, jasa wedding planner semakin dibutuhkan karena dapat meringankan beban calon mempelai.

Ada bebarapa peran dan tugas yang harus dijalankan oleh sebuah wedding planner:
1. Perencana, yaitu memberikan usulan dan masukan tentang konsep acara, biaya, venue, vendor-vendor seperti dekorasi, foto dan video, sound system, lighting system, special effect, multi-media, MC, penari dan pengisi acara lain yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan calon mempelai.

2. Sebagai koordinator, yaitu mengkoordinasi seluruh pihak yang terlibat di pesta pernikahan, mulai dari calon mempelai, keluarga, venue, para vendor dan pengisi acara, termasuk pengaturan jadwal meeting, technical meeting, dan gladi bersih.

3. Membuat rundown acara secara keseluruhan dan membentuk professional crew untuk mengatur jalannya pesta pernikahan mulai dari persiapan, gladi bersih, sampai acara selesai.
Sahabat atau Asisten?

Wedding planner harus bisa mengelola panitia pernikahan calon mempelai yang menjadi kliennya. “Kalau pernikahan internasional, yang menjadi panitianya hanya beberapa saja. Maka pada pernikahan tradisional biasanya keluarga, kerabat dan saudara kedua calon mempelailah yang akan menjadi panitianya,” tutur Hendri Gie, pemilik The Wine Wedding Planner. Hal ini akan membuat tugas wedding planner menjadi lebih rumit mengingat jika wedding planner salah menempatkan posisi keluarga dalam panitia tersebut, maka akan runyam hasilnya. Bisa-bisa, calon mempelai batal ke pelaminan.

Masalah yang muncul dalam mengelola panitia keluarga biasanya adalah perbedaan warna ruangan, warna baju, pemilihan lokasi, adat apa yang akan dipakai, siapa yang lebih dahulu disalami oleh para tamu dan sebagainya. “Kalau ada salah satu pihak yang membiayai lebih besar, atau keluarganya memiliki jabatan yang tinggi, bisa jadi pihak tersebut yang minta dahulu disalami oleh para tamu,” papar pria yang kerap disapa Gie.

Wedding planner dapat menjadi penengah serta pemersatu bagi dua keluarga calon mempelai yang akan bersatu dalam sebuah ikatan perkawinan. Untuk menjadi penengah dan pemersatu memang tidak mudah. Dibutuhkan keahlian dan jam terbang sehingga seorang wedding planner bisa mengatasi permasalahan yang muncul dalam mengelola panitia keluarga.

Gie punya kiat khusus agar masalah bisa segera terselesaikan. Pertama, jangan memposisikan wedding planner) sebagai bawahan panitia keluarga atau asisten calon mempelai. Jadikan wedding planner sebagai sahabat atau teman. Kedua, buatlah kedua keluarga tersebut paham bahwa wedding planner lebih memahami dan menguasai seluk beluk pernikahan baik tradisional dan internasional sehingga bisa dipercaya untuk membuat sebuah pernikahan yang diinginkan calon mempelai dan keluarga.

Wedding planner harus menjelaskan hal-hal yang penting dalam sebuah prosesi pernikahan, jika dalam pertemuan keluarga calon mempelai masing-masing pihak belum mengerti secara detail prosesi pernikahan anaknya seperti apa. Namun, perlu diingat. Ketika berbicara dalam pertemuan keluarga tersebut, wedding planner harus memperlihatkan bahwa ia mengerti namun tidak terkesan menggurui. Posisi “tarik ulur” antara wedding planner dengan calon mempelai dan keluarga meski berjalan alot namun pada akhirnya akan sampai pada titik temu.
Mengurangi Biaya Yang Tak Perlu

Tugas wedding planner yang tak kalah penting adalah membantu menghemat pengeluaran calon mempelai. Sebagai contoh, penghitungan makanan para tamu yang hadir harus tepat. Menurut Gie, setiap tempat, baik hotel, hall atau function, restoran dan katering untuk di rumah, memiliki porsi makanan yang berbeda-beda untuk satu orang tamu. Karena itu, wedding planner harus mempunyai data statistik setiap tempat yang akan dijadikan tempat untuk menggelar pernikahan.

Jika penghitungan porsi makanan tepat, tidak kurang, dan kalaupun berlebih tidak terlalu banyak, maka calon mempelai dan tamu pun akan merasa nyaman. Jadi, jika dari pihak calon mempelai mempunyai keterbatasan biaya, lebih baik dibicarakan dengan wedding planner. Tujuannya, agar suasana pernikahan tercipta dengan sempurna meski biaya tidak jor-joran. Yang penting adalah suasana pernikahannya.
Momen Yang Berharga

Sebuah pernikahan akan lebih baik jika suasana pernikahan yang bagus muncul. Agar suasana pernikahan yang bagus muncul, harus ada pembauran antara satu dengan lainnya dalam sebuah pernikahan, adanya eye contact antara kedua mempelai, semua perhatian keluarga dan tamu tertuju kepada pengantin, suasana musik yang pas dengan konsep, pencahayaan yang baik, dan sebagainya, merupakan hal yang diharapkan muncul dalam setiap pernikahan.

Bahkan, sebaiknya jika menggunakan jasa MC atau penyanyi, sebaiknya tidak menggunakan MC atau penyanyi dari kalangan artis. Tujuannya, agar perhatian para tamu tidak terpecah. “Ini bukan acara launching product. Makanya, pernikahan akan lebih baik jika tidak menggunakan MC atau penyanyi dari kalangan artis. Siapa yang akan melihat prosesi pernikahannya?” katanya setengah bertanya.

Karena itu, seorang wedding planner harus bisa menciptakan sebuah momen yang paling berharga terutama untuk calon mempelai dan diinginkan oleh calon mempelai dan keluarga. Momen memang harus diciptakan. Namun, meski sudah dibuat, akan sia-sia jika calon mempelai tidak bisa menikmatinya di Hari H. Supaya calon mempelai bisa menikmati, mood keduanya harus baik. Dan agar mood pengantin baik, tugas wedding planner untuk membuat mood calon mempelai menjadi baik. Caranya, dengan membantu mempersiapkan pernikahan calon mempelai.

Tips : Mempersiapkan Undangan

Banyak hal yang perlu Anda berdua pertimbangkan agar kenangan indah dan keceriaan pesta perkawinan terasa oleh setiap kerabat. Kesan pertama pesta pernikahan Anda berdua terwakili oleh rancangan undangan yang dibuat. Sebuah undangan pernikahan dibuat secantik dan semenarik mungkin, dipadu untaian kata-kata sehingga membuat para tamu tergoda berjumpa dengan Anda berdua di hari bahagia.

Biaya yang dialokasikan untuk membuat undangan perkawinan berikut kurirnya rata-rata berkisar 2 – 5 % dari total biaya pesta perkawinan. Beberapa langkah perlu dilakukan untuk menghemat anggaran dalam merancang dan menyebarluaskan undangan perkawinan.

1. Mendata Calon Undangan

Inventarisasikan kemungkinan semua nama undangan beserta alamat atau nomor telepon yang bersangkutan. Kumpulkan semua kandidat para undangan dari pihak Anda, pasangan maupun keluarga kedua belah pihak. Urutkan berdasarkan abjad untuk memudahkan dalam proses selanjutnya.


2. Menentukan Besar Anggaran

Alokasi jumlah dana untuk membuat undangan perkawinan dan kurir mempengaruhi banyaknya undangan yang mampu Anda buat. Selain berhubungan pula dengan bentuk rancangan undangan. Survey sebanyak mungkin berbagai perusahaan undangan karena kemungkinan besar Anda dapat menemukan rancangan undangan menarik dengan harga sesuai kemampuan.

3. Menentukan Para Undangan

Pastikan dulu jumlah tamu yang dapat Anda undang dimana jumlah nama undangan adalah setengah dari total tamu undangan. Misalnya Anda berdua mengadakan pesta perkawinan dengan kapasitas tamu diperkirakan adalah 1000 undangan maka jumlah undangan yang dapat dibagikan adalah sekitar 400-500 nama undangan. Hal ini untuk mengantisipasi hadirnya dua orang (bersama pasangan) dalam setiap undangan. Umunya keluarga dari kedua belah pihak memiliki nama-nama yang perlu diundang. Usahakan masing-masing pihak yaitu baik keluarga pria, wanita dan kedua mempelai memiliki proporsi bagian yang sama walaupun hal ini tergantung dari kebijaksanaan masing-masing pihak.

Untuk mengantisipasi undangan yang tidak hadir, kirimlah undangan lebih awal agar segera mendapat tanggapan. Apabila yang bersangkutan berhalangan hadir maka dapat langsung dikirim bagi undangan lainnya dalam jangka waktu minimal sekitar tiga minggu sebelum acara perkawinan berlangsung. Cara ini memungkinkan Anda berdua berbagi kebahagiaan pada setiap rekan sejawat yang mungkin terlewat. Mungkin Anda berdua harus menghadapi situasi dimana masih harus mengurangi daftar undangan yang sudah dibuat, meskipun terkadang sukar dan kurang mengenakkan. Masing-masing pihak (keluarga dan kedua mempelai) harus memberi kontribusi dalam memotong daftar para undangan. Untuk mengawalinya Anda berdua dapat mempertimbangkan berdasarkan kriteria undangan yang bersangkutan, misalnya apakah hanya rekan usaha atau biasa, teman yang sudah lama tidak berjumpa, taman yang tinggalnya jauh, atau rekan yang memiliki anak kecil. Semua undangan dengan kriteria ini dapat Anda berdua hapus. Untuk memudahkannya urutkan semua undangan berdasarkan skala prioritas.

4. Merancang

Bentuk rancangan yang beragam dapat menjadi pertimbangan dalam membuat undangan perkawinan selain harga tentunya. Harga rancangan undangan perkawinan dipengaruhi oleh teknik cetak yang digunakan, jenis kertas atau bahan yang digunakan maupun ukuran undangan. Contoh desain undangan dapat Anda temukan diberbagai perusahaan percetakan undangan. Ukuran dan bentuk undangan mempengaruhi biaya proses dan pengiriman.

Pilihlah undangan berukuran rata-rata dengan kemasan sederhana untuk menekan biaya pengiriman. Memesan dalam jumlah yang lebih terkadang dapat lebih ekonomis dibanding harus memesan kembali. Teknik mencetak tulisan pada undangang umum digunakan teknik engrave walaupun demikian ditemukan alternatif lain yaitu thermografy yang memiliki kualitas cetak sama bahkan dengan harga yang lebih ekonomis. Perkembangan perangkat keras dan lunak komputer beserta pencetaknya bisa menjadi salah satu pilihan untuk membuat undangan perkawinan yang cantik dengan biaya ekonomis.

Anda berdua dapat membuat undangan perkawinan dengan sentuhan pribadi, dan dapat mencari lebih awal pilihan kebutuhan stasionery untuk membuat undangan tersebut. Banyak pilihan bentuk dan warna, bila beruntung Anda berdua mendapat harga khusus karena jumlah yang Anda beli pasti cukup banyak.

5. Mengirim

Pengiriman undangan dapat dilakukan dengan menggunakan pelayanan perusahaan jasa pengiriman untuk menghemat waktu Anda berdua. Perhitungkan waktu pengiriman agar sampai tepat waktu. Tuliskan secara lengkap nama dan alamat Anda berdua dibagian belakang amplop. Hal ini untuk mengantisipasi jika alamat telah berubah atau jika Anda berdua memerlukan kepastian kedatangan mereka. Tuliskan nama dan alamat undangan dengan tulisan tangan untuk memberikan kesan ramah dan bersahabat, yang dapat dilakukan sendiri atau menggunakan jasa penulis. Disarankan untuk menekan pengeluaran Anda berdua dapat melakukannya sendiri dibantu kerabat atau sahabat.

Pernikahan Melayu : Makna dibalik ritual Inai (Daun Pacar)

Daun pacar atau Inai dan bahkan ada yang menyebutnya dengan Henna, adalah tumbuhan yang biasa digunakan kaum wanita untuk menghias kuku. Sudah sejak jaman dulu, wanita di Semenanjung Medeterania, Melayu dan juga Indonesia menggunakan daun tersebut untuk mewarnai kuku agar terlihat cantik. Selain untuk mewarnai tangan dan kaki, daun inai juga berguna untuk mengobati luka ringan seperti kulit tergores dan sebagainya.
Add caption

Sebagian besar prosesi pernikahan tradisional di beberapa daerah yang ada di Indonesia memasukan ritual pemakaian daun pacar sebagai salah satu ritual pernikahan. Masing-masing daerah memiliki arti dan makna tersendiri untuk ritual tersebut, meski di masa sekarang ritual ini dianggap oleh sebagian kalangan masyaarakat Indonesia sebagai pelengkap prosesi pernikahan suatu adat semata. Apa saja makna dan arti dari ritual memakai inai atau daun pacar tersebut?



Malam Bohgaca dari Aceh
Arti dari Malam Bohgaca adalah Malam Berinai (mengenakan pacar atau inai) dan dilakukan sebelum akad nikah dilangsungkan. Daun pacar/ inai melambangkan isteri sebagai obat pelipur lara sekaligus sebagai perhiasan rumah tangga. Daun pacar yang sudah di lepas dari tangkainya, ditempatkan dalam piring besar kemudian ditumbuk. Daun pacar ini akan dipakaikan beberapa kali sampai menghasilkan warna merah yang terlihat alami.

Malam Bainai dari Minangkabau
Malam Bainai di Minangkabau adalah malam seribu harapan, seribu doa bagi kebahagiaan rumah tangga anak daro yang akan melangsungkan pernikahan esok harinya. Tumbukkan daun inai atau daun pacar, di torehkan pada kuku calon mempelai oleh orang tua, ninik mamak, saudara, handaitaulan dan orang-orang terkasih lainnya.

Berinai dari Riau
Pada malam hari sebelum upacara pernikahan dilakukan, maka diadakan pemakaian daun inai pada kedua mempelai. Tujuan upacara ini adalah untuk menolak bala dan melindungi pasangan pengantin dari marabahaya, memunculkan aura dan cahaya calon pengantin dan memunculkan wibawa pengantin pria.

Berpacar dari Palembang
Upacara berpacar adalah mewarnai seluruh kuku tangan dan kaki, juga telapak tangan dan telapak kaki yang disebut pelipit menggunakan daun pacar atau inai. Kesan merah pada pacar berguna untuk mengusir segala jenis makhluk halus, dan daun pacar sendiri dipercaya mempunyai kekuatan magis untuk memberi kesuburan bagi pengantin perempuan.

Pasang Pacar dari Lampung
Acara Pasang Pacar biasanya dilakukan satu hari, usai acara Betanges (mandi uap) dan Berparas (menghilangkan bulu-bulu halus & membentuk alis agar sang gadis terlihat cantik menarik). Hal ini juga akan mempermudah sang juru rias untuk membentuk cintok pada dahi dan pelipis calon pengantin wanita. Kemudian dilanjutkan dengan acara Pasang Pacar (inai) pada kuku-kuku agar penampilan calon pengantin semakin menarik pada keesokan harinya.

Malem Pacar dari Betawi
Acara Malem Pacar dilakukan usai Prosesi Ngerik atau mencukur bulu kalong dan membuatkan centung pada rambut di kedua sisi pipi di depan telinga. Acara Malem Pacar adalah malam mempelai wanita memerahkan kuku kaki dan tangannya dengan pacar.

Akkorotigi/Mapacci dari Bugis-Makassar
Upacara ini merupakan ritual pemakaian daun pacar ke tangan si calon mempelai. Daun pacar memiliki sifat magis dan melambangkan kesucian. Menjelang pernikahan biasanya diadakan malam pacar atau Wenni Mappaci (Bugis) atau Akkorontigi (Makassar) yang artinya malam mensucikan diri dengan meletakan tumbukan daun pacar ke tangan calon mempelai. Orang-orang yang diminta meletakan daun pacar adalah orang-orang yang punya kedudukan sosial yang baik serta memiliki rumah tangga langgeng dan bahagia. Malam Mappaci dilakukan menjelang upacara pernikahan dan diadakan di rumah masing-masing calon mempelai.

Mengemas Konsep Foto Pre Wedding

Penting, tidak penting. Pandangan kontradiktif ini kerap kali mengiringi konsep foto pre wedding yang kian banyak dilakukan oleh pasangan yang akan mengekalkan diri dalam komitmen abadi.

Masing-masing punya alasan tersendiri untuk melakukannya ataupun tidak. Yang jelas, foto pre wedding ini butuh persiapan yang tidak kalah matang dibandingkan persiapan pernikahan lainnya.

Yang utama adalah mencari konsep yang tepat untuk menjadi “jiwa” dari setiap bidikan foto pre wedding. Semakin hari, ide atau tema untuk foto pre wedding kian beragam. Ada yang bercerita mengenai kegiatan pacaran sehari-hari, menuturkan kisah dari awal hubungan hingga akhirnya berkencan, atau membuat cerita unik dan lucu.

Hal tersebut akan menentukan pemilihan lokasi pemotretan, apakah ingin berada di dalam kota dengan suasana urban, di tengah alam yang cantik, atau cukup di dalam studio.

Di sisi lain, properti yang akan ditampilkan dalam foto juga perlu diperhatikan dengan baik. Dalam hal ini menyangkut pemilihan kostum, maupun benda-benda lainnya yang mampu memperkuat cerita. Misalnya dengan benda-benda yang memiliki kenangan bersama atau benda-benda yang menjadi cerminan karakter diri masing-masing calon mempelai.

Sebuah foto pre wedding memang selayaknya tidak hanya menampilkan kemesraan sepasang calon mempelai, namun mampu bercerita atau mengungkapkan sisi lain tanpa lewat kata-kata.

Dalam hal ini kemahiran sang fotografer dalam menangkap sisi-sisi emosional kedua pasangan sangatlah dibutuhkan. Dengan demikian, sebuah foto sederhana pun bisa terlihat begitu indah karena memancarkan nuansa emosional yang kuat.

Tentu saja, untuk mendapatkan gambaran ideal tersebut, segalanya harus dikomunikasikan secara detail pada calon fotografer. Akan lebih baik jika Anda dan pasangan pun membawa ide untuk digodok bersama, meski tidak jarang, ide-ide unik dari fotografer juga bisa menjadi bahan pertimbangan.

Di sisi lain, konsep foto hingga proses edit yang diinginkan itu menjadi salah satu cara mudah untuk memilih fotografer yang paling tepat. Agar konsep tersebut bisa dieksekusi dengan sempurna, sebaiknya disesuaikan dengan gaya, selera, serta keahlian sang fotografer.

Bunga dan Artinya dalam Pernikahan

Bunga pada hari pernikahan sudah seperti properti yang wajib. Tak hanya digunakan sebagai bagian dekorasi. Bunga-bunga ini memiliki arti, perlambang harapan dari asa yang terikat oleh kedua insan. Apa saja arti bunga-bunga yang sering digunakan di hari pernikahan?

Amaranthus: Kesetiaan dan keteguhan.
Amaryllis: Kebanggaan, keindahan yang agung.
Anemone: Pengabaian, pengampunan, ketulusan, kerentanan.
Chrysantemum/Krisan/Seruni: Kebahagiaan dan hidup yang panjang.
Krisan putih: Kejujuran.
Krisan kuning: Pengagum rahasia.
Krisan merah: Cinta.
Daffodil/Narcissus: Hormat, kekayaan, pengorbanan, cinta tanpa pamrih.
Daisy: Ketulusan, cinta yang setia, dan kesucian.
Forget-Me-Not (Myosotis scorpioides): Cinta dan memori yang setia, cinta sejati.
Iris: Kekuatan dan kebijaksanaan, inspirasi.
Ivy (tanaman rambat): Kesetiaan, cinta yang ajek, afeksi.
Lilac (semacam bungur): Cinta pertama.
Melati: Kesucian, kemurnian.
Bakung: Kemurnian dan manis.
Lily of the valley (mirip lonceng kecil terbalik): Cinta yang terbarukan oleh kebahagiaan dan kerendahan hati.
Anggrek: Cinta dan kecantikan.
Peony: Kebahagiaan dan kemakmuran.
Mawar merah: Cinta dan gairah.
Mawar putih: Kemurnian dan tidak sombong.
Sweet pea: Kepergian, terima kasih untuk waktu yang menyenangkan.
Tulip: Cinta sejati.
Violet: Kerendahan hati.
Zinnia: Mengingat orang terkasih yang tidak bisa hadir.

Tips : Bunga dalam konsep Eco-Wedding

Salah satu cara menciptakan pesta pernikahan ramah lingkungan adalah dengan menghemat pemakaian bunga sebagai dekorasi. Namun sebenarnya hal itu tidak tepat. Anda tetap bisa mengunakan bunga yang cukup namun tetap ramah lingkungan. Berikut langkah-langkahnya!

1. Gunakan produk lokal
Menggunakan bunga-bunga lokal adalah salah satu cara untuk menciptakan pernikahan ramah lingkungan. Banyak calon pengantin yang memilih bunga-bunga dari bibit impor untuk hiasan pestanya. Padahal bunga-bunga itu ditanam di rumah kaca dengan proses yang tidak alami, dan menggunakan banyak zat kimia yang merusak alam.

Cobalah berpikir lebih kreatif. Banyak bunga-bunga asli Indonesia yang tak kalah Indah untuk pesta pernikahan Anda.

2. Pilih bunga sesuai musim
Memilih bunga sesuai musimnya memiliki alasan yang sama dengan poin sebelumnya. Bunya yang tumbuh di luar musimnya mengalami proses penanaman yang tidak alami. Proses penanaman itu biasanya mengunakan obat-obatan yang berbahaya bagi lingkungan.

3. Mengubah tema pesta
Dengan tema pesta yang tepat, Anda bisa menghemat pemakaian bunga. Jika biasanya pesta pernikahan ada di dalam gedung yang harus dihias dengan banyak bunga, Anda bisa memilih tempat lain. Misalnya taman. Dekorasi bunga di taman tentunya tak perlu berlebihan. Anda bisa memilih dekorasi lain seperti lampu warna-warni atau lampion kertas.

4. Re-using
Bunga bekas dekorasi pengantin tak perlu langsung dibuang. Anda bisa menaruhnya di vas-vas kecil sebagai penghias rumah. Mengeringkan bunga dan membuatnya sebagai hiasan kartu ucapan juga bisa dijadikan ide kreatif yang unik

Tips : Menghemat biaya Busana Pengantin

Biaya pengantin membutuhkan biaya yang cukup besar. Namun ada trik-trik untuk melakukan penghematan seperti dikutip dari Genius Beauty. Ini dia.

1. Model busana
Biasanya, kebaya menjadi pilihan banyak wanita untuk gaun pengantinnya. Pemilihan model kebaya juga mempengaruhi besarnya biaya yang dikeluarkan untuk membuatnya. Misalnya jika Anda memilih kebaya dengan buntut panjang, berarti Anda harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli kain serta biaya menjahit.

Memilih detail untuk kebaya juga bisa membuat Anda menghemat biaya. Jika Anda memilih kristal swarovski untuk seluruh detail kebaya, biaya yang dikeluarkan akan melonjak jauh. Lebih baik padukan swarovski dengan payet yang jauh lebih murah. Memakai sulaman pita pada kebaya juga kini tengah menjadi trend. Konsultasikan saja hal ini dengan desainer baju pengantin Anda.

Bagi Anda yang memilih gaun sebagai busana pengantin, hal yang dilakukan untuk berhemat pun sama. Anda bisa memilih gaun yang bentuknya lebih sederhana, untuk menghemat biaya.

2. Berbelanja dari jauh hari
Membeli busana pengantin dari jauh-jauh hari bisa membantu Anda berhemat. Biasanya setiap akhir tahun, banyak butik-butik busana pengantin yang memberikan potongan diskon untuk koleksi mereka. Pilihlah busana yang modelnya long-lasting sehingga tidak terlihat kuno atau ketinggalan jaman saat Anda memakainya nanti. Memberikan sedikit sentuhan baru pada gaun atau kebaya yang sudah Anda beli, juga bisa menjadi pilihan yang tepat.

3. Menyewa busana pengantin
Kini banyak juga butik busana pengantin yang menyewakan koleksinya. Harga yang harus Anda keluarkan tentu saja jauh lebih sedikit ketimbang untuk membeli atau menjahit busana pengantin. Anda tetap bisa tampil dengan gaun atau kebaya dengan model terbaru saat pesta pernikahan, namun dengan biaya yang lebih hemat.

Tips : Pertimbangan dalam pemilihan Souvenir

Di Indonesia, tanda terima kasih atau souvenir pernikahan sudah menjadi kebiasaan. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi tiap-tiap pernikahan. Memilih souvenir pernikahan cukup tricky. Sekilas terlihat sepele, namun ketika dipikir-pikir lagi, Anda tidak mau souvenir yang Anda berikan berakhir di tong sampah.

Dalam memilih souvenir pernikahan, sebenarnya tidak perlu yang mahal. Souvenir pernikahan akan lebih berarti jika berguna bagi para tamu yang datang. Kebanyakan orang yang datang ke pesta hanya menggunakan clutch bag yang relatif simple dan kecil. Oleh karena itu, usahakan agar tidak memberikan souvenir dengan ukuran yang besar. Tamu Anda akan kerepotan membawanya selama pernikahan berlangsung, khususnya saat ia ingin makan. Tidak perlu mencetak foto Anda dan pasangan pada souvenir tersebut. Inisial saja sudah cukup. Kebanyakan orang enggan menggunakan sesuatu yang berisi gambar orang lain, kecuali Anda seorang selebriti terkenal.

Meskipun sebaiknya tidak memberikan souvenir yang mahal, bukan berarti Anda harus mencari yang paling murah. Harga tidak pernah bohong, semakin mahal harganya, semakin baik kualitas suatu barang. Jangan pula paksakan diri untuk memberikan souvenir yang Anda inginkan namun dengan budget yang terbatas sehingga harus memilih kualitas yang paling rendah. Hal ini akan menjadi sia-sia karena tidak banyak tamu yang akan menggunakannya. Selain itu, souvenir yang diberikan tidak akan tahan lama.

Tips : Yang perlu dipersiapkan sebelum Pernikahan

Persiapan pesta pernikahan tidak bisa sembarangan. Tiap orang tentunya ingin sebuah pernikahan yang sempurna sesuai impian. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,ada baiknya mengikuti langkah demi langkah dengan benar. Berikut ini langkah awal yang harus diikuti agar pernikahan terorganisir dengan baik.

Berdiskusi dengan orang tua Meskipun Anda dan pasangan yang menjalankan pernikahan, namun sebaiknya mintalah pendapat orang tua dalam menentukan hari. Masukkan dari kedua orang tua bisa mempermudah penentuan hari mengingat mereka sudah berpengalaman dalam mengatur pesta pernikahan.

Buat jadwal Setelah menentukan tanggal yang pasti, saatnya membuat daftar hal-hal yang harus dilakukan untuk menyiapkan pesta pernikahan. Gunakan catatan khusus dan susunlah dengan rapih agar jadwal fitting baju, meeting dengan wedding organizer dan hal lainnya tidak berantakan. Jadwal akan menjadi sangat krusial ketika hari pernikahan Anda cukup mepet.

Tema Tema sering kali menjadi perdebatan antara dua keluarga. Oleh karena itu, berembuklah bersama untuk menentukan tema yang akan diusung di hari besar Anda. (Baca Tips tentang tema, disini)

Biaya Biaya yang harus dikeluarkan menentukan seberapa besar pesta pernikahan Anda sehingga sangat penting untuk menentukan biaya pernikahan. Jangan sampai biaya yang dikeluarkan bembengkak hingga harus menguras habis tabungan. Manfaatkan Paket Pernikahan untuk menghemat dan meminimalisir biaya yang harus dikeluarkan.

Berbagai Penyebab Stress Menjelang Pernikahan

Stres menjelang pernikahan bukan hal yang aneh. Tiap calon pengantin pasti mengalaminya. Berikut daftar orang-orang yang mungkin membuat Anda stres menjelang hari bahagia.

1. Vendor pesta pernikahan
Vendor pesta seperti katering, dekorator, desainer gaun pengantin dan sebagainya akan membuat tingkat stres Anda bertambah. Berbagai penawaran dan tuntutan dari mereka akan membuat Anda sakit kepala. Namun ada cara mengatasinya. Buatlah jadwal untuk bertemu semua vendor tersebut. Jangan sampai jadwalnya bersamaan. Misalnya, untuk katering, pilihlah waktu bertemu vendor dua bulan sebelum hari-H, sedangkan untuk desainer 4 bulan sebelumnya. Dengan jadwal tepat, Anda tak akan merasa terlalu sulit.

2. Keluarga dekat atau sahabat yang bercerai
Pasti akan banyak orang yang membagi kisah pernikahan mereka pada Anda sebelum hari-H. Termasuk mereka yang gagal menjalankan biduk rumah tangga. Namun jadikan pengalaman mereka sebagai pelajaran. Percayalah bahwa Anda dan calon suami dapat menjalankan kehidupan rumah tangga dan tak akan mengulangi kesalahan yang sama seperti pasangan-pasangan yang bercerai.

3. Opini dari keluarga dan kerabat
Tak terbantahkan, bahwa dalam menyiapkan pesta pernikahan, Anda membutuhkan banyak masukkan. Namun jangan sampai masukkan-masukkan itu justru membuat ANda bingung lantas stres. Perkuat dulu tema yang ingin Anda dan pasangan ambil untuk pesta. Sehingga Anda bisa memilah masukkan dari kerabat dan keluarga dengan baik.

4. Orang tua
Entah mengapa banyak pengalaman dari para calon pengantin yang bersitegang dengan orang tuanya menjelang pesta pernikahan. Hubungan yang kurang baik dengan orang tua sebelum pernikahan membuat beban Anda tambah berat. Namun yang perlu dimengerti, orang tua Anda pun mengalami rasa stres yang sama dengan Anda. Belum lagi mereka harus menerima kenyataan, bahwa dalam hitungan waktu, putri kecilnya akan menikah dan tak lagi menjadi tanggung jawab mereka. Ketimbang bersitegang, lebih baik habiskan waktu Anda dengan orang tua dengan saling berbicara dari hati ke hati.

5. Pasangan
Bisa jadi orang yang membuat Anda stres justru pria yang akan menghabiskan sisa hidupnya dengan Anda. Yup, stress pasti juga dialami pasangan Anda. Tapi jangan sampai tekanan-tekanan yang Anda dan pasangan alami justru menjadi bumerang bagi hubungan. Jika perlu, batasi pertemuan Anda dengannya, sehingga menjelang pernikahan, Anda akan merasakan kerinduan yang teramat sangat dengan pasangan. Seru kan?

Bagi Anda yang merasakan hal-hal tersebut di atas, asistensi dan pendampingan dari profesional sangat dibutuhkan terutama untuk mengatasi permasalahan yang terkait dengan vendor pernikahan. Menggunakan jasa Wedding Organizer adalah salah satu solusi yang tepat.

Tips : Mempersiapkan Pesta Pernikahan Outdoor

Tema outdoor seringkali dipilih calon pengantin untuk pesta pernikahannya. Namun ada hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum merealisasikannya.

Pernikahan adalah sesuatu yang suci, sakral dan tidak akan pernah dilupakan oleh pasangan pengantin. Tidak heran bila Anda merencanakan sebuah pesta pernikahan yang menghadirkan suasana hangat bagi para tamu.

Untuk itu, pesta pernikahan outdoor bisa menjadi alternatif tema acara Anda. Selain menghadirkan suasana pesta yang lebih hangat, suasana pesta pernikahan outdoor yang akrab akan membuat acara Anda lebih menyenangkan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin membuat pesta pernikahan outdoor Anda sukses.

1. Perhatikan kerapian di sekeliling altar pesta pernikahan atau lokasi akad nikah outdoor. Buat lingkungan di sekitarnya menjadi lebih cantik dan menarik sehingga menjadi focal point yang cantik pada acara Anda.

2. Tentukan tema makanan yang akan disajikan. Sesuaikan dengan suasana pesta outdoor. Barbeque party bisa menjadi alternatif yang baik untuk tema pesta pernikahan outdoor.

3. Sediakan payung-payung khusus yang diletakkan di sekitar lokasi pesta Anda. Hal ini berguna untuk melindungi pesta Anda dari sinar matahari yang terik, jika pesta Anda diadakan di siang hari.

4. Untuk pesta pernikahan outdoor pada malam hari, dekorasi kebun dengan lampu taman, lampion warna-warni serta obor-obor taman yang akan mempercantik suasana pesta Anda.

5. Untuk lebih menghidupkan suasana, Anda bisa menampilkan musik akustik untuk membangkitkan suasana pesta pernikahan outdoor Anda.

6. Sesuaikan musim dengan jadwal pesta Anda. Tentunya akan sangat berisiko jika menyelenggarakan pesta penikahan outdoor saat musim hujan.

5 Hal yang perlu Wanita perlu ketahui sebelum Menikah

Sebelum memutuskan untuk melangkah lebih jauh dalam hubungan cinta Anda, ada beberapa hal yang harus diketahui.

Berikut beberapa hal yang harus diketahui para calon pengantin khususnya wanita sebelum menjalani bahtera rumah tangga, seperti yang dikutip dari Helium.

1. Pandangan pasangan mengenai istri
Hal ini sangat penting karena akan mempengaruhi gaya hidup anda kelak. Jika Anda adalah wanita karir yang aktif dan sukses, sedangkan pasangan menganggap seorang istri adalah wanita yang 24 jam berada di rumah, hal ini hanya akan menimbulkan konflik. Maka Anda harus memastikan dulu pandangan pasangan Anda mengenai peran seorang istri.

2. Pandangan pasangan mengenai keluarga
Pandangan seseorang mengenai keluarga akan sangat berbeda satu sama lain. Jika Anda menganggap sebuah keluarga tak lengkap tanpa kehadiran anak, sedangkan pasangan menganggap sebaliknya, hanya akan menjadi duri dalam rumah tangga Anda kelak.

3. Kenali cara pasangan menyelesaikan masalah
Saat menjalani pernikahan, masalah yang terjadi akan terasa lebih berat. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahu cara pasangan menyelesaikan masalah. Apakah dia emosional, cuek, atau malah memilih untuk dia seribu bahasa. Ada baiknya juga untuk membicarakan proses penyelesaian masalah dalam pernikahan yang akan Anda jalani nanti. Agar Anda dan pasangan telah menemukan sebuah kesepakatan terlebih dahulu.

4. Ketahui mimpi pribadi (dream board) pasangan
Pasangan Anda pasti memiliki mimpi pribadinya. Sebagai calon istri, tak ada salahnya untuk mengenal mimpi itu. Akan lebih baik lagi jika Anda bisa terlibat dalam mimpi tersebut untuk mendukungnya.

5. Ketahui kebiasaan dan sifat buruk pasangan
Anda harus mengetahui sifat dan kebiasaan buruk calon suami. Jangan sampai hal-hal itu akan menjadi sumber masalah dalam hubungan pernikahan Anda nati. Anda juga harus berpikir ulang jika pasangan memiliki kebiasaan buruk yang fatal seperti memukul, minum minuman keras serta mengkonsumsi obat-obatan terlarang.

Tips : Merencanakan Biaya Pesta Pernikahan

Pernikahan adalah sebuah momen besar yang akan dikenang sepanjang hidup seseorang. Bagaimana tidak, pernikahan menyatukan dua manusia menjadi satu keluarga. Pernikahan membuat manusia memulai hidup baru sebagai pasangan, meninggalkan status single menjadi married, dan tentunya awal dari sebuah keluarga baru akan dibangun.

Tapi bukan berarti seluruh sumber daya finansial yang dimiliki dihabiskan hanya untuk sebuah acara pernikahan saja. Karena masih banyak pengeluaran lain setelah itu yang sebaiknya diprioritaskan, misalnya untuk membeli rumah dan kendaraan sendiri, serta dana pendidikan anak-anak nanti tentunya.

Yang perlu dikhawatirkan oleh seseorang yang siap menikah bukanlah biaya untuk acara pernikahannya, melainkan biaya hidup setelah itu untuk bisa mandiri. Untuk bisa mendapatkan momen pernikahan yang indah, tidak harus dilakukan dengan mewah. Triknya adalah dengan mengantisipasi beberapa faktor yang sangat menentukan besar kecilnya biaya yang diperlukan.

Di rumah atau sewa gedung?

Kalau tidak mau repot, memang akan lebih baik kalau pernikahannya diadakan di gedung saja. Namun tentunya akan ada konsekuensi dari segi biaya yaitu adanya pos pengeluaran untuk membayar sewa gedung. Maka bisa jadi harga sewa gedung bisa menjadi pertimbangan utama dalam memilih gedung yang akan digunakan. Jangan sampai anggaran pernikahan Anda tersedot habis untuk biaya sewa gedung, karena masih banyak pengeluaran lain yang juga tidak kalah besarnya. Perlu diingat, jangan sampai Anda terkecoh dengan iklan biaya sewa gedung yang murah. Tanyakan dulu fasilitas apa saja yang sudah termasuk dalam harga tersebut, apakah sudah termasuk kursi dan lainnya. Lalu apakah ada tambahan untuk perizinan, listrik dan sebagainya.

Jangan lupa, biaya yang akan dikeluarkan bukan cuma untuk menyewa gedung saja melainkan juga untuk sarana pendukungnya seperti katering, dekorasi, dokumentasi dan sebagainya. Mau tidak mau Anda akan diminta untuk menggunakan katering atau dekorasi dari rekanan gedung tersebut. Tentunya akan lebih besar biayanya jika kita memilih vendor katering/dekor yang bukan rekanan gedung tersebut.

Bisa jadi pengelola gedung memasang standar harga yang relatif murah untuk sewa gedungnya tapi mematok harga yang cukup mahal untuk kateringnya. Jadi untuk membandingkan mana yang lebih murah, hitung biaya sewa, katering, dekorasi dan biaya tambahan lainnya juga.

Kapasitas Gedung juga harus dicermati. Pilih gedung sesuai kapasitas, jangan terkecil karena akan membuat tamu Anda berdesak-desakan. Tapi jangan pula Anda memilih tempat yang terlalu besar karena pesta Anda akan terlihat kosong. Bukan cuma ukuran ruangannya saja yang harus dilihat, cermati juga kapasitas tempat parkiranya agar tidak menggangu lingkungan sekitar. Survei langsung dan lihat seberapa banyak kira-kira daya tampung tempat duduk, orang berdiri, dan lahan parkir. Dengan anggaran terbatas, akan lebih ekonomis mengadakan acara pernikahannya di rumah saja. Memang sih, Anda akan lebih repot, tapi penghematannya juga bisa lumayan besar.

Jumlah Undangan

Faktor kedua yang paling penting untuk menentukan besar kecilnya biaya pernikahan adalah jumlah tamu yang diundang. Hal ini untuk memperhitungkan :
1.biaya cetak undangan
2.kapasitas gedung yang harus disewa
3.banyaknya makanan yang dipesan dan lain-lain

Tips :
1.Jangan lupa untuk menghitung jumlah yang akan diundang oleh pihak pengantin laki-laki, pengantin perempuan, kedua keluarga besan
2.Sebelum memesan gedung, pastikan Anda sudah punya perkiraan jumlah undangan sebelum mencetak undangan
3.Akan lebih baik lagi kalau daftar namanya pun sudah siap

Wedding Organizer

Terkadang untuk menyiapkan sendiri teknis acara pernikahan akan menghabiskan banyak waktu dan perhatian. Padahal, masih banyak hal lain yang perlu disiapkan menghadapi hari-H. Dan tentunya akan lebih merepotkan lagi kalau belum pernah menjadi panitia acara pernikahan sebelumnya,. Kalau mau praktis, Anda bisa memanfaatkan jasa wedding organizer.

Memang dari sisi biaya akan ada pengeluaran tambahan, tapi kalau pekerjaan yang mereka lakukan bisa banyak membantu Anda, rasanya tidak mengapa keluar lebih banyak uang untuk sesuatu yang memang berharga. Dan bukan tidak mungkin kalau total biaya yang harus dikeluarkan justru bisa dihemat. Karena mereka lebih berpengalaman, bisa jadi mereka sudah punya langganan yang bisa memberikan diskon atau punya konsep dekorasi yang bagus tapi tidak mahal.

Lebih praktis dengan sistem paket

Jika Anda mempunyai budget terbatas dan tidak mau terlalu dipusingkan dengan urusan biaya yang harus dikeluarkan per item seperti undangan, dekorasi, gedung, katering, dan sebagainya. Anda bisa memilih paket-paket pernikahan yang biasanya disediakan wedding organizer, hotel, atau pengelola gedung. Harganya juga bervariasi, mulai dari Rp puluhan juta untuk paket pernikahan sederhana sampai dengan ratusan juta rupiah. Atau Anda bisa memilih paket yang sudah tetap harganya.

Adapula paket pernikahan yang dihitung per orang. Untuk paket yang sudah ditetapkan harganya, Anda bisa memilih sesuai dengan batasan anggaran, namun tentunya harus rela untuk membatasi undangan sesuai dengan paketnya. Sedangkan untuk paket per orang, Anda bisa lebih fleksibel menentukan berapa jumlah tamu yang akan diundang. Sedangkan untuk paket yang dihitung per orang, Anda bisa lebih fleksibel menentukan berapa jumlah tamu yang akan diundang.

Tips : 7 Langkah dalam Memilih dan Menentukan Katering.

Memanjakan tamu di pesta pernikahan Anda merupakan sebuah keharusan. Bagaimana menentukan katering pernikahan agar makanan yang Anda sajikan untuk para tamu selain sedap dipandang dan nikmat disantap, juga tidak kekurangan.

Urusan jamuan dalam sebuah pernikahan menjadi hal yang tak kalah penting seperti halnya baju pengantin, dekorasi, suvenir, foto, dan lainnya. Tentu akan menjadi ‘musibah’ jika hidangan yang Anda sajikan untuk para tamu ternyata rasanya biasa saja, jumlahnya tidak sesuai dengan jumlah tamu alias kurang, tampilannya kurang menarik, apalagi sampai makanan yang dihidangkan ternyata berbau kurang sedap alias basi. Hal-hal tersebut pasti akan membuat malu kedua mempelai dan keluarga. Dan pasti merupakan kejadian yang tak akan bisa Anda lupakan seumur hidup.

Saat merencanakan pesta pernikahan, Anda memang harus lebih teliti lagi dalam hal membuat anggaran katering. Selain Anda harus memperhitungkan besarnya biaya tersebut tergantung dari beberapa paket yang dipesan, jenis makanan, dan banyaknya variasi menu katering pernikahan tersebut. Tujuannya agar dana yang Anda miliki sesuai dengan jumlah makanan yang dibutuhkan sehingga seluruh tamu yang hadir bisa menikmati kelezatan makanan yang Anda hidangkan.

Agar Anda terhindar dari “bencana” saat menggelar pesta pernikahan, kami paparkan beberapa langkah yang jitu dalam menentukan katering pernikahan.

1. Biasanya hotel atau gedung pertemuan memiliki rekanan perusahaan katering yang profesional dan berpengalaman. Namun jika ternyata Anda tidak menggunakan jasa perusahaan katering yang menjadi rekanan hotel atau gedung, Anda harus melihat reputasi dan pengalaman perusahaan katering tersebut agar tidak terjadi hal yang tidak Anda inginkan.

2. Biasanya, setiap perusahaan jasa katering pernikahan selalu menyediakan paket makanan yang isinya aneka ragam makanan dan minuman, termasuk makanan kecil, minuman ringan, dessert, dan makanan gubuk (food stall). Untuk Anda yang tidak memiliki waktu lebih atau sibuk dengan pekerjaan kantor, paket semacam ini akan memudahkan Anda. Jika Anda kurang cocok dengan menu makanan yang tersedia di paket tersebut, Anda bisa mengurangi, mengganti jenis makanan, atau menambahkan paket makanan.

3. Diskusikan makanan apa saja yang Anda inginkan dan buat catatan secara detail bersama si pemilik jasa katering yang Anda pilih. Jadi, jika di hari-H perusahaan katering ternyata tidak membuat menu makanan sesuai yang Anda inginkan dan tidak memberi tahu Anda terlebih dulu, Anda bisa meminta pertanggung jawaban perusahaan katering tersebut.

4. Agar tidak terjadi masalah kehabisan makanan karena jumlah tamu yang ternyata tidak sesuai dengan jumlah undangan, pastikan Anda menghitungnya dengan benar. Jika Anda menyebarkan undangan sebanyak 400 undangan untuk acara pernikahan malam hari, berarti Anda harus menyediakan makanan untuk 800 porsi makanan untuk 800 orang tamu. Menu buffet sebaiknya 50% dari total porsi makanan yaitu 400 porsi makanan. Sedangkan untuk menu gubug (food stall), Anda kalikan 4 (bila acara digelar pada siang hari) atau kalikan 3 (jika acara digelar malam hari). Total menu gubug adalah 400 X 3 = 1.200 porsi. Dari 1.200 porsi menu gubug bisa Anda bagi-bagi menjadi beberapa menu. Sedangkan untuk menu dessert adalah total porsi makanan dikurangi porsi buffet yaitu sebanyak 400 porsi dessert.

5. Pilih sistem pesanan katering berdasarkan paket prasmanan, bukan berdasarkan jumlah piring dan gelas yang dipesan. Kalau berdasarkan paket prasmanan yang dipesan, maka perusahaan katering akan terus mengeluarkan piring dan gelas selama makanan masih tersedia. hak pengantin tidak memusingkan jumlah piring yang disediakan. Sistem berdasarkan jumlah piring dan gelas biasanya dilakukan oleh calon mempelai yang menggelar pernikahan sitting dining table.

6. Jangan lupa untuk mencicipi menu makanan yang Anda pilih di beberapa perusahaan katering. Dari food tester inilah, bisa diketahui perusahaan katering mana yang cocok dengan keinginan Anda. Lihat pula penampilan makanan, kesigapan pelayanan, kebersihan, dan sebagainya agar Anda tidak kecewa nantinya.

7. Daripada Anda memilih hanya 10 menu dalam jumlah 100 porsi untuk satu menu makanan, sebaiknya Anda memilih 20 menu untuk 50 porsi. Jenis makanan dalam jumlah banyak justru akan membuat tamu merasa Anda memanjakan “lidah” mereka dengan berbagai varian menu makanan.

Merinci Biaya Sewa Tempat Pernikahan

Dalam memilih venue untuk pelaksanaan pesta pernikahan, ada banyak faktor yang perlu menjadi pertimbangan bagi calon pengantin. Salah satu faktor terpenting tentu saja adalah faktor harga atau biaya. Kebanyakan calon pengantin menganggap biaya untuk venue (gedung/hotel) pernikahan hanya dilihat dari harga sewa nya saja.

Sebetulnya harga sewa bukanlah satu-satunya biaya yang wajib dikeluarkan agar dapat menyelenggarakan pesta di tempat tersebut. Komponen-komponen biaya lain itulah yang sering terlewatkan dan kurang diperhatikan, padahal biaya tersebut sebenarnya juga dikeluarkan atau dibayar oleh calon pengantin itu sendiri.

Lalu, komponen apa sajakah yang termasuk di dalam biaya venue? Berikut akan kami berikan ulasannya.

Sebelum menjabarkan lebih lanjut, perlu diketahui bahwa kebijakan disetiap venue berbeda-beda. Terutama kebijakan venue hotel. Karena mayoritas venue hotel memasukkan element biaya sewa ruangan kedalam harga porsi makanan. Dan jarang sekali ada tambahan lainnya kecuali untuk yang sifatnya adalah fasilitas tambahan seperti kamar hotel, ekstra jam penggunaan ruangan, ekstra listrik dll. Selain dari pada itu, seluruh biaya biasanya sudah termasuk didalam harga porsi makanan.

Sedangkan untuk mayoritas venue gedung, komponen biayanya cukup beragam. Selain dari harga sewa ruangan, ada biaya yang dikenakan atas penggunaan jasa vendor pengisi acara seperti: catering, fotografi, dekorasi dan entertainment. Biaya tambahan lain kerap dikenakan pula untuk penggunaan fasilitas yang sebenarnya merupakan fasilitas standart seperti panggung dan karpet merah (red carpet). Dari kesemua biaya tersebut, yang ditagihkan langsung kepada calon pengantin biasanya hanya biaya sewa ruangan. Sisanya dibebankan kepada vendor pengisi acara.

Wah, berarti calon pengantin diuntungkan dong? Sebenarnya tidak juga, karena pastinya vendor akan memasukan beban biaya dari venue tersebut ke dalam harga yang ditawarkan ke calon pengantin. Jadi jangan salah, khususnya untuk vendor catering, dekorasi, fotografi dan entertainment, biaya yang ditawarkan kepada calon pengantin sudah termasuk biaya tambahan (charge) dari pihak venue.

Sebagian kecil vendor, ada yang tidak memasukkan biaya tambahan venue kedalam harga produk/jasanya tapi menyerahkannya langsung kepada calon pengantin untuk dibayar langsung kpd pihak venue. Sehingga harga vendor tersebut kemungkinan besar menjadi lebih murah dibanding harga vendor yang memasukkan biaya charge venue ke dalam harga jualnya.

Disini, calon pengantin perlu juga untuk pandai berhitung, mengingat biaya charge gedung (khususnya di gedung-gedung besar di Jakarta) cukup signifikan. Biasakanlah menanyakan lebih detail kepada pihak venue khususnya untuk biaya-biaya lain selain biaya sewa ruangan. Karena meskipun biaya tersebut ditagihkan kepada vendor, pada akhirnya calon pengantin pulalah yang akan membayarnya baik secara langsung maupun tidak langsung.

Itulah mengapa, harga produk atau jasa vendor pernikahan di sebuah venue bisa berbeda apabila pesta diadakan di venue lain. Meskipun secara luas ruangan dan jumlah tamu sama persis, namun kebijakan charge yang dikeluarkan oleh sebuah venue, akan berdampak domino terhadap harga jual vendor-vendor yang menjadi rekanan dari venue tersebut.

Alasan Mengapa Anda Membutuhkan Wedding Organizer

Mempersiapkan pernikahan bisa menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan. Namun bagi Anda yang sibuk, efeknya bisa bertolak belakang. Saat stress melanda, menyewa jasa Wedding Organizer (WO) bisa menjadi jalan keluar.

Tak sedikit juga calon pengantin yang masih ragu untuk menggunakan jasa WO. Beberapa alasan yang dikutip dari Ezine berikut akan meyakinkan Anda dan calon suami.

Mengurangi stres
Menjadi calon pengantin akan membuat tingkat stres bertambah . Mempersiapkan diri untuk peran yang baru sebagai istri sudah cukup menguras pikiran. Ditambah lagi harus menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan acara pesta.

Tak ada salahnya untuk membagi beban tersebut kepada WO yang profesional. Sehingga pesta pernikahan lancar, Anda pun terbebas dari stres berlebihan.

Manajemen waktu
WO profesional sudah tahu benar jadwal-jadwal yang harus dilakukan oleh calon pengantin. Kapan Anda harus memesan undangan, membuat baju pengantin, fiting, test food catering dan masih banyak lagi. Di sela-sela kesibukan Anda, jadwal ini bisa saja berantakan. Namun dengan bantuan WO, Anda tingal mengikuti timeline yang telah mereka buat. Jika lupa, mereka juga siap mengingatkan Anda.

Mengontrol biaya
Salah satu keuntungan menyewa jasa WO adalah, biasanya mereka telah memiliki rekanan vendor seperti dekorasi, katering percetakan dsb. Mereka pun bisa menapatkan diskon yang menggiurkan. Selain itu, mereka juga bisa membuat daftar pengeluaran dengan detil sehingga tak ada biaya yang terbuang sia-sia.

Memperhatikan detail
Hal-hal kecil dan detail penting bisa saja luput dari perhatian Anda si calon pengantin. Namun WO bisa memastikan hal tersebut tidak terjadi. Sehingga hal-hal buruk yang berjalan di luar rencana bisa diminimalisir.

Bantuan
Dengan menyewa jasa WO, pada hari H, baik Anda, pasangan juga keluarga, tak lagi harus repot mengurus segala urusan. Anda bisa tenang dan menikmati pesta. Jadilah pengantin tercantik yang tersenyum bahagia tanpa tekanan saat menerima ucapan selamat dari para tamu.

Apakah Wedding Organizer dibutuhkan ????

Jika ditilik dari segi bahasa, wedding atau pernikahan adalah satu kata yang simple tetapi juga rumit. Mengapa? Dalam sebuah pernikahan terdapat banyak faktor yang harus mendapatkan perhatian seperti waktu, energi, dan pikiran anda. Sedangkan organizer adalah perencana, pengatur dan pelaksana acara dan kegiatan pernikahan anda.

Menjadi wedding organizer hampir sama dengan event organizer lain pada umumnya. Sangat dibutuhkan komitmen, jaringan kerja yang luas, dan etos kerja yang tinggi untuk menangani acara khusus seperti pernikahan. Tentu saja anda dan klien menginginkan yang terbaik di hari istimewa ini. Wedding organizer adalah salah satu kunci yang dapat membantu anda dalam menangani acara pernikahan.

Mengapa jasa wedding organizer (WO) dibutuhkan? Umumnya bagi anda yang berasal dari keluarga besar pasti berpikiran dapat meminta bantuan seluruh anggota keluarga dalam menangani semuanya termasuk merencanakan, mengkoordinasikan, mengatur, dan melaksanakan serangkaian prosesi pernikahan anda. Poin plusnya adalah kegiatan ini dapat mengakrabkan anda dan keluarga, mulai dari yang sepuh hingga yang muda belia, setelah berkerja keras berbulan – bulan untuk memastikan acara pernikahan anda berjalan lancar dan sukses. dan Selain itu poin yang terpenting adalah anda dapat melakukan penghematan jika dibandingkan dengan menyewa jasa WO.

Di sisi lain, wedding organizer bekerja secara profesional membantu anda dalam mewujudkan pernikahan impian. WO memiliki pengetahuan, ide dan konsep dari hal terbesar hingga terkecil, mengenai hal terbaik yang seharusnya ada dan bagaimana melakukannya. WO akan menciptakan mimpi anda sekaligus mengikuti permintaan orang tua dan keluarga. Tidak ada satu hal yang akan terlewat, semua berjalan sesuai dengan rencana, dan acara berjalan dengan lancar. Poin plus dari WO adalah anda dan keluarga tidak akan merasa repot dan semua bisa dilakukan menurut budget anda.

Dan sekarang, apakah anda sudah memutuskan? Membutuhkankah anda jasa sebuah wedding organizer?

Jumat, 23 September 2011

Tips : Pemilihan tempat Resepsi Pernikahan

Pernahkah Anda bayangkan gedung tempat Anda melaksanakah pernikahan tiba-tiba bocor. Hingga tempias air membasahi hidangan yang tersedia full satu meja. Atau di kala Anda sedang menunaikan ijab kabul, tiba-tiba lampu padam seketika. Atau lebih ekstrim lagi, gedung tempat resepsi pernikahan Anda tiba-tiba ambruk sebagian tepat di bagian pelaminan Anda bertengger. Wah! Ini akan menjadi pengalaman tak terlupakan meski bukan yang terburuk dalam hidup Anda. Pilih-pilih gedung pernikahan ternyata perlu juga.

Teliti Sebelum Booking

Memang betul bahwa kehadiran EO (Even Organizer) bahkan kini ada WO (Wedding Organizer) sangat membantu para pencari jasa penyelenggara acara. Siapa pencari jasa penyelenggara acara? Andalah orangnya. Meski sebagian orang masih tetap lebih nyaman dan percaya kepada pihak keluarga sebagai penyelenggara acara-acara penting Anda.

Namun, ada baiknya Anda teliti sebelum membooking. Ungkapan orang jadul (jaman dulu) bahwa ‘teliti sebelum membeli’ ternyata masih cukup baik untuk didengar. Jangan karena mewahnya brosur yang Anda baca, atau ramahnya customer service yang menerima Anda; membuat Anda terburu-buru menjatuhkan pilihan dan menyerahkan semua urusan pernikahan Anda kepada mereka.

Banyak Harga, Banyak Tipe

Ketika Anda telah memutuskan untuk menyelenggarakan resepsi atau ijab Kabul pernikahan Anda bukan di rumah sendiri, maka konsekuensi pertama yang Anda harus pahami adalah kesiapan kocek yang harus Anda rogoh dari kantong Anda. Karena sewa sebuah tempat/gedung pernikahan umumnya tidak ada yang murah.

Di Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia, sekaligus trend setter skala nasional; mempunyai banyak gedung-gedung megah yang di antaranya dapat dibooking untuk resepsi pernikahan. Beberapa rumah mewah di lingkungan Pejaten bahkan memang dimaintenance untuk keperluan ‘disewakan’ sebagai tempat pesta atau resepsi pernikahan.

Gedung yang berupa rumah-rumah mewah dengan fasilitas kolam renang pribadi juga menjadi incaran sebagai tempat resepsi pernikahan. Namun jangan kaget atas besarnya kocek yang harus Anda rogoh dalam sekali menyewa dengan durasi sehari, setengah hari bahkan ada yang hanya dalam hitungan jam saja.

Namun ada juga tempat atau penyelenggara resepsi yang cukup ramah. Baik dalam segi kocek maupun dalam segi luasnya ruang untuk menampung sebanyak mungkin tamu. Contohnya ‘masjid’ yang mempunyai ruang aula di lantai atasnya ataupun ruang ekstra sebagai tempat menyelenggarakan suatu kegiatan.

Masjid-masjid yang sudah familiar dibooking orang sebagai gedung pernikahan mereka, seperti : Masjid At-Tin di Taman Mini Indonesia Indah, Masjid Sunda Kelapa, Masjid Al-Kautsar di daerah Tebet Barat Dalam. Ada juga masjid Ampel di perkampungan Arab di kawasan Ampel-Surabaya, dan juga Masjid Ass-Salam di Gunung Putri – Bogor.

Cek-cek Fisik Gedung

Disarankan bagi para pengguna jasa EO ataupun WO untuk langsung mengecek tempat atau gedung pernikahan yang disarankan oleh EO/WO. Berikut ini beberapa tips bagi Anda dalam pengecekan gedung pernikahan yang Anda rencanakan.
Datanglah ke lokasi pada siang hari dan juga malam hari. Karena antara kedua waktu itu Anda bisa melihat jelas dan membayangkan tata cara apa resepsi pernikahan Anda digelar. Anda bisa melihat kelebihan-kelebihan momen yang pas untuk ditonjolkan dalam resepsi, apakah lebih baik siang ataukah di malam hari.
Datanglah bersama EO/WO Anda pada saat terang juga pada saat turun hujan. Nah, pada saat hujan Anda dapat mengecek dengan jelas keutuhan plafon gedung. Barangkali saja ada pola-pola bekas rembesan air hujan pada plafon akibat dari genteng yang bocor.
Buatlah semacam pola circle yang memusat pada calon tempat/gedung pernikahan Anda. Dan Anda dapat perkirakan apakah kerawanan kejahatan di jalan ataukah kemacetan lalu lintas akan menghambat tamu-tamu Anda mencapai gedung tempat resepsi pernikahan Anda digelar.
Cek betul-betul historis gedung. Kalau perlu browsing di internet untuk mencari tahu sejarah gedung tersebut. Anda tidak ingin bukan, di saat resepsi pernikahan Anda digelar tiba-tiba muncul semacam ‘phantom of opera’ di gedung itu. Bisa-bisa pesta Anda buyar dalam sekejap.
Yang terakhir. Cermati betul route ke arah gedung pernikahan Anda dan bandingkan dengan peta kota yang Anda miliki. Dan buatlah semacam peta mungil untuk menjadi penunjuk arah bagi tamu-tamu Anda.

Nah bagaimana? Anda sudah memiliki gambaran gedung pernikahan seperti apa yang Anda inginkan di hari istimewa Anda sebagai ‘ratu dan raja’ sehari? Mulailah pilih gedung pernikahan Anda. Goodluck.

Prosesi Pernikahan Adat Palembang , (2)

Konon, ritual dan tradisi adat pernikahan Palembang merupakan salah satu simbol yang mencerminkan keagungan serta kejayaan dinasti raja-raja Sriwijaya berabad-abad silam. Kilau keemasan serta simbol kemewahan dan keagungan terlihat dari rangkaian upacara adat yang menyertakan sejumlah ornamen warna keemasan dan kain sutera, baik untuk perlengkapan prosesi lamaran, seserahan, hingga saat pernikahan. Gemerlap warna keemasan juga menjadi titik pusat keindahan busana mempelai berikut asesorisnya. Berikut beberapa ritual adat yang mengiringi acara pernikahan adat Palembang :

1. Madik
Dalam tradisi madik keluarga calon mempelai pria berkunjung ke rumah calon mempelai wanita untuk berkenalan sekaligus melakukan observasi terhadap keadaan calon mempelai wanita dan keluarganya.
Dalam tradisi ini biasanya calon mempelai pria mengutus orang kepercayaan dari kerabat ibu atau bapak calon mempelai pria yang dapat memberikan informasi yang akurat. Utusan tersebut datang berkunjung sambil melihat apakah calon mempelai wanita sudah cocok dan pantas untuk dijadikan pasangan hidup untuk calon mempelai pria. Penting juga untuk diketahui asal usul serta silsilah keluarga masing-masing dan apakah wanita yang dituju itu belum ada orang lain yang meminangnya.
Beberapa tenong atau songket yang berbentuk bulat terbuat dari anyaman bambu, juga beberapa tenong berbentuk songket segi empat dibungkus dengan kain batik bersulam benang emas yang berisi bahan makanan, seperti : mentega, telur, gula diserahkan kepada calon mempelai wanita sebagai buah tangan yang bersifat tidak resmi.

2. Menyenggung
Tradisi ini merupakan bentuk tanda keseriusan dari calon mempelai pria. Seperti halnya madik, dalam menyenggung calon mempelai pria juga mengutus kerabat dekat dan orang kepercayaannya untuk membicarakan kesepakatan dan mengatur tanggal kedatangan berikutnya untuk melamar. Buah tangan yang dibawa juga serupa dengan madik seperti tenong atau songket dan beberapa bahan makanan.

3. Meminang / Melamar
Keluarga calon mempelai pria beserta orang-orang yang diutus dan kerabat dekat lainnya datang ke rumah keluarga calon mempelai wanita untuk meminang. Rombongan tersebut menjelaskan maksud dan tujuan untuk meminang dengan membawa buah tangan dan apabila lamaran sudah diterima maka barang-barang hantaran diserahkan kemudian dilanjutkan dengan memutus kato atau menentukan hari dan tanggal pernikahan.
Hantaran atau gegawan yang dibawa antara lain berupa kain terbungkus dengan sapu tangan diletakkan diatas nampan, berikut 5 tenong berisi gula, gandum, juadah, buah-buahan dan lain sebagainya. Jumlah songket atau tenong selalu ganjil. Barang bawaan lebih lengkap berupa kain, baju, selendang, alat perhiasan, tas, kosmetik, selop, sepatu dan sebagianya. Juga disertai pisang setandan sebagai lambang kemakmuran.

4. Berasan dan Mutus
Bermusyawarah untuk menentukan dua keluarga menjadi satu keluarga besar kedua belah pihak keluarga memutuskan dan menetapkan kata sepakat tentang hari, tanggal dan tahun pernikahan. Pihak yang datang biasanya adalah keluarga dekat calon mempelai serta 9 orang wanita dengan membawa tenong.
Utusan yang diwakili juru bicaranya menyampaikan kata-kata indah kadang berupa pantun. Selanjutnya para utusan melakukan upacara pengikatan tali keluarga, yakni dengan mengambil tembakau setumpuk dari sasak gelungan (konde) dan dibagi-bagikan pada para utusan dan keluarga. Kedua belah pihak mengunyah sirih dengan tembakau yang artinya kedua keluarga tersebut telah saling mengikat diri untuk menjadi satu keluarga.
Buah tangan yang dibawa biasanya berupa tenong, nampan, songket segi empat, satu baju dan satu selendang sutera, senting, selop, sandal, sepatu, alat rias, kosmetik, disertai pula buah-buahan dan setandan pisang.

5. Akad Nikah / Perkawinan
Seperti halnya akad nikah dan perkawinan pada umumnya, acara ini dihadiri oleh karib kerabat dan keluarga kedua mempelai. Mas kawin yang diserahkan biasanya berupa perhiasan atau barang lain sesuai dengan apa yang diminta oleh keluarga pihak wanita dan telah disetujui pihak pria. Pengantin pria dibawa masuk ke ruangan, lalu penghulu memimpin pelaksanaan akad nikah.

6. Mengarak Pacar
Acara ini merupakan simbol bahwa mempelai wanita menerima pribadi suami atas pengakuan dan kemudian ditimbang-timbang, seolah-olah mempelai wanita berkata : pada saat ini suamiku kusambut dan kuterima segala titah dan kewajibanku sebagai ratu rumah tangga yang baik.
Arak-arakan rombongan keluarga mempelai pria tiba di rumah pengantin wanita. Rombongan disambut oleh ibu mempelai wanita. Para sesepuh perempuan sudah siap dengan semangkok kecil beras tabur (beras tabur yang dicampur uang receh) untuk ditaburkan kepada pengantin laki-laki beserta rombongan.
Perlengkapan yang digunakan antara lain seperti perahu yang dihiasi ornamen yang indah, lampu warna-warni, alat musik tabuh-tabuhan, keris pusaka, nampan serta kain sutra emas.

Pernikahan dan Ulang Tahun Raja Kraton Jogjakarta dan Raja Kraton Surakarta (Tinggalan Dalem Jumenengan)

Tidak bisa dipungkiri bahwa karaton-karaton di Jawa, terutama Yogyakarta dan Surakarta merupakan sumber dan benteng budaya Jawa yang masih eksis dan tetap aktif melestarikan warisan budaya leluhur.
Pada masa kini, upacara perkawinan adat di karaton dan luar karaton, pada intinya sama. Hanya saja di Karaton masih ada lagi ritual yang biasanya tidak dilakukan diluar , antara lain:


Ngapeman

Dikaraton Ngayogyakarta, sebelum malam midodareni, Sri Sultan Hamangubuwono X dan permaisuri dibantu oleh beberapa putri karaton dan wanita abdi dalem, membuat kue apem di Bangsal Keputren.

Tantingan

Sri Sultan Hamangkubuwono X didampingi permaisuri, sebelum pelaksanaan Ijab, menanyakan kepada putrinya yang akan menikah, apakah benar-benar menghendaki untuk dinikahkan dengan calon mempelai pria.


Kelompok “edan-edanan”

Sewaktu prosesi perkawinan di Karaton Surakarta dan Yogyakarta, yaitu ketika pengantin dan rombongan pengiring berjalan menuju kekursi tempat resepsi perkawinan, barisan iring-iringan dipimpin oleh seorang Suba Manggala sebagai cucuk lampah, pembuka jalan terdepan yang melangkahkan kaki dengan gerak tari mengikuti iringan gamelan. Dibelakang pengantin yang bergandengan tangan dan berjalan anggun, berjalan dua gadis kecil yang disebut patah dengan dandanan cantik. Diikuti beberapa penari berpakaian bagus-bagus sambil menari menghibur hadirin.Dibelakangnya adalah bapak ibu kedua mempelai dan para saudara mempelai. Pada prosesi pengantin di karaton Jogja dan Solo, masih ada rombongan tambahan, yaitu kelompok “edan-edanan” ( edan artinya gila), yang terdiri dari beberapa orang cebol, berbadan tidak normal dengan riasan aneh-aneh dan mencolok dan menari dengan gerakan lucu.


Kelompok edan-edanan ini untuk tolak bala, mengusir semua gangguan berujud apapun termasuk roh jahat


Disengker.
Calon mempelai di karaton, beberapa hari sebelumnya diharuskan sudah berada dilingkungan karaton dan tidak boleh keluar,istilahnya disengker.

Ritual adat Tinggalan Dalem Jumenengan (Kraton Surakarta).

Ritual adat Tingalan Dalem Jumenengan adalah salah satu penerapan adat dan istiadat kerajaan Jawa yang dinilai paling sakral dan bermakna penting. Ritual adat ini diadakan untuk memperingati hari ulang tahun kenaikan tahta raja, sesuai dengan arti istilah Tingalan Dalem Jumenengan itu sendiri. Dalam bahasa Jawa, kata Tingalan berarti “peringatan”, kata Dalem merujuk pada panggilan kehormatan untuk seorang raja Jawa, dan jumenengan berasal dari kata jumeneng yang berarti “bertahta”. Upacara Adat Tingalan Dalem Jumenengan merupakan salah satu ritual yang wajib dilaksanakan di kerajaan-kerajaan yang masih mempunyai garis darah dengan Kesultanan Mataram Islam. Akan tetapi, pelaksanaannya harus memenuhi dan mengikuti apa yang sudah digariskan oleh Dinasti Mataram sejak zaman dahulu. Sekarang, kerajaan-kerajaan keturunan Dinasti Mataram itu telah menjadi Lembaga Adat yang tetap harus menjalankan semua upacara adat sesuai dengan apa yang sudah diamanatkan oleh leluhur sejak Dinasti Mataram. Artinya, kerajaan-kerajaan dari Dinasti Mataram itu merupakan warisan budaya leluhur yang kini sudah menjadi bagian dari bangsa Indonesia.

Tingalan Dalem Jumenengan harus dilakukan dalam rangka perayaan ulang tahun penobatan raja oleh 4 kerajaan yang merupakan keturunan dari Dinasti Mataram, yaitu Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Kadipaten Mangkunegaran di Surakarta, dan Kadipaten Pakualaman di Yogyakarta. Pelaksanaan prosesi Tingalan Dalem Jumenengan diadakan pada setiap tahun, yakni pada setiap tanggal 2 di bulan Ruwah dalam kalender Jawa. Untuk meramaikan rangkaian acara prosesi adat Tingalan Dalem Jumenengan, biasanya juga dilangsungkan sejumlah acara lain yang beberapa di antaranya diselenggarakan pada satu hari sebelum puncak acara Tingalan Dalem Jumenengan digelar. Salah satu acara pengiring itu adalah pengangkatan atau pemberian gelar kepada para Abdi Dalem ataupun Sentana Dalem oleh Pangageng Parentah Karaton selaku wakil dari administrasi istana dan Pangageng Kasentanan mewakili Sentana Dalem. Para Abdi Dalem, baik pria maupun wanita, yang setia kepada kerajaan, menerima gelar kebangsawanan yang akan menunjukkan posisi tinggi mereka di lingkungan kerajaan.

Para Abdi Dalem dan Sentana Dalem yang mendapat gelar kebangsawanan ini diperbolehkan untuk mengikuti acara Tingalan Dalem Jumenengan yang digelar keesokan harinya. Bagi para Abdi Dalem, mendapat kesempatan untuk mengikuti dan menyaksikan ritual Tingalan Dalem Jumenengan secara langsung adalah sebuah kehormatan yang tidak bisa diperoleh oleh sembarang Abdi Dalem. Acara Tingalan Dalem Jumenengan memang memiliki kadar prestise yang tinggi. Orang-orang yang diundang datang ke acara ini biasanya berasal orang-orang terkemuka, tamu kehormatan, atau kalangan tertentu saja. Selain kalangan pejabat internal keraton, orang-orang terhormat yang diundang ke acara ini adalah para pejabat negara atau perwakilan pemerintah pusat, misalnya para menteri atau anggota Dewan Perwakilan Rakyat, juga para pejabat daerah, dan utusan dari kerajaan-kerajaan lain, baik kerajaan yang ada di Indonesia maupun dari luar negeri.

Tingalan Dalem Jumenengan diyakini sebagai salah satu ritus kerajaan yang paling sakral. Hal ini disebabkan karena dalam setiap berlangsungnya tradisi Tingalan Dalem Jumenengan, ditampilkan pula persembahan Tari Bedhaya Ketawang. Salah satu jenis tarian Jawa klasik ini hanya diperbolehkan ditampilkan dalam acara Tingalan Dalem Jumenengan saja, tidak boleh untuk acara-acara yang lain. Tari Bedhaya Ketawang yang mengandung makna suci dan sakral ini ditarikan oleh 9 orang gadis remaja yang belum menikah atau masih perawan. Para penari biasanya berasal dari keluarga istana, akan tetapi bisa juga dari kalangan umum yang sebelumnya harus memenuhi berbagai syarat yang sudah ditentukan.

Tari Bedhaya Ketawang mengisahkan tentang siklus kehidupan manusia, mulai dari kelahiran, perjalanan hidup, kematian, hingga alam setelah kehidupan di dunia. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa Tari Bedhaya Ketawang adalah tarian mistik yang kerap dihubung-hubungkan dengan penguasa Laut Selatan, yakni Kanjeng Ratu Kidul. Tarian ini dianggap misterius karena diyakini memuat manifestasi hubungan batin antara Raja Surakarta dengan Kanjeng Ratu Kidul yang berkuasa di Laut Kidul atau samudera yang terletak di selatan pulau Jawa. Banyak orang yang meyakini bahwa jumlah penari Tari Bedhaya Ketawang sebenarnya bukan hanya 9 orang, melainkan 10 orang, di mana yang seorang lagi itu dipercaya menari secara gaib. Gamelan yang mengiringi Tari Bedhaya Ketawang adalah seperangkat gamelan yang bernama Kyai Kaduk Manisrenggo. Selama Tari Bedhaya Ketawang berlangsung, seluruh ruangan dipenuhi harum semerbak dari asap dupa yang mengepul di beberapa sudut ruangan. Ketika para penari menarikan Tari Bedhaya Ketawang, Raja Surakarta duduk di atas dampar di Pendopo Agung Sasanasewaka untuk menyaksikan dan meresapi tarian yang teramat sakral itu. Tari Bedhaya Ketawang ditampilkan setelah prosesi Tingalan Dalem Jumenengan selesai dilaksanakan.

Setelah Tari Bedhaya Ketawang usai ditarikan, Sri Susuhunan Pakubuwono segera kembali masuk ke Dalem Ageng. Sementara itu, para penabuh gamelan memainkan Gending Calapitan dimainkan sebagai pengisi suasana. Di dalam ruangan Dalem Ageng, Sri Susuhunan Pakubuwono berganti pakaian. Tidak lama kemudian, Sri Susuhunan Pakubuwono keluar lagi untuk menemui para tamu undangan di Sasana Ondrowino atau ruang makan. Setelah itu, dilangsungkan prosesi iring-iringan Tumpeng Seribu yang diarak dari halaman istana menuju Sitihinggil dengan kawalan pasukan prajurit keraton. Para prajurit yang bertugas mengawal Tumpeng Seribu ini memakai pakaian seragam lengkap dengan persenjataan tradisionalnya, seperti tombak (lembing), pedang (klewang), dan lain sebagainya. Tembang yang mengiringi acara ini pun berganti lagi, yakni diganti dengan alunan Gending Monggang. Setelah diberi doa oleh Penghulu Keraton, Tumpeng Seribu dibagi-bagikan kepada para Abdi Dalem.

Selain pemberian gelar kepada para Abdi Dalem ataupun Sentana Dalem sebagai pengiring prosesi Tingalan Dalem Jumenengan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, digelar juga berbagai macam acara lainnya untuk meramaikan acara sakral ini. Akan tetapi, acara-acara pendukung itu berbeda macamnya pada tiap-tiap penyelenggaraan ritual Tingalan Dalem Jumenengan di setiap tahunnya. Misalnya, dalam Tingalan Dalem Jumenengan Sri Susuhunan Pakubuwono XII pada tahun 200, Susuhunan berkenan melakukan suatu acara yang unik. Saat itu, Sri Susuhunan Pakubuwono XII menyebar uang sebesar 15 juta rupiah yang uniknya, uang sebesar itu terdiri dari uang recehan 500 rupiah. Uang recehan yang tentunya berjumlah sangat banyak itu kemudian disebar dan diperebutkan oleh rakyat kecil yang datang ke acara itu. Beberapa acara lain yang biasanya digelar untuk mengiringi rangkaian acara upacara adat Tingalan Dalem Jumenengan, misalnya tradisi pembersihan gamelan, pentas wayang orang, pentas wayang kulit, pameran dan festival budaya, diskusi publik, dan lain sebagainya.

Arti dan Makna Batik Dalam Pernikahan Adat Jawa

Motif kain adat dapat dilihat sebagai salah satu sarana komunikasi tradisional yang memuat lambang-lambang atau simbol-simbol budaya tertentu. Simbol-simbol adat sesungguhnya dapat berlaku sebagai pranata karena dengan makna dibalik simbol itu, setiap penerima simbol akan menyadari sesuatu yang harus dan tidak harus dijalankannya. Sehingga motif batik tradisional merupakan pesan nonverbal.

Masyarakat Jawa sampai sekarang masih mempunyai kepercayaan terhadap “batik tradisional” yang bermotif tertentu. Adapun kepercayaan ini antara lain tercermin pada upacara adat pernikahan Jawa, dimana mereka memiliki kepercayaan bahwa batik sebagai salah satu alat perlengkapan pernikahan adat dianggap mempunyai kekuatan magis, dan pernikahannyapun menurut aturan-aturan tertentu yang tidak boleh dilangggar begitu saja. Disamping itu pada sementara orang Jawa masih pula hidup pemikiran bahwa motif batik tradisional yang sering digunakan sebagai alat perlengkapan upacara pernikahan adat Jawa memiliki mitologi tertentu yang memberikan arti khusus dan harus mendapatkan perhatian yang khusus pula bagi para pemakainya. Pemakaian motif batik-batik tradisional tertentu baik oleh pengantin pria dan pengantin wanita, orang tua dari kedua belah pihak maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan pada proses pelaksanaan tersebut secara menyeluruh, mulai dari awal sampai akhir dari rangkaian upacara pernikahan itu, umumnya juga didasari oleh pemikiran-pemikiran tersebut diatas.

Ada 7 macam motif dalam batik tradisional yaitu: motif Sawat, motif Gurda, motif Meru, motif Semen, motif Bango Tulak, motif Sindur, motif Gadhung Mlati

Pengertian Batik

Kata Batik berasal dari bahasa Jawa “amba” yang berarti menulis dan “titik”. Kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan “malam” (wax) yang diaplikasikan ke atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna (dye), atau dalam Bahasa Inggrisnya “wax-resist dyeing”(www.wikipedia.com).

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya “Batik Cap” yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak “Mega Mendung”, dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.

Tradisi falsafah Jawa yang mengutamakan pengolahan jati diri melalui praktek-praktek meditasi dan mistik dalam mencapai kemuliaan adalah satu sumber utama penciptaan corak-corak batik tersebut selain pengabdian sepenuhnya kepada kekuasaan raja sebagai pengejawantahan Yang Maha Kuasa di dunia. Sikap ini menjadi akar nilai-nilai simbolik yang terdapat di balik corak-corak batik menurut Djajasoebrata (dalam Anas, Biranul, 1995: 64). Pola, motif dan warna dalam batik, dulu mempunyai arti simbolik. Ini disebabkan batik dulu merupakan pakaian upacara ( kain panjang, sarung, selendang, dodot, kemben, ikat kepala ), oleh karena itu harus dapat mencerminkan suasana upacara dan dapat menambah daya magis. Karena itu diciptakanlah berbagai pola dan motif batik yang mempunyai simbolisme yang bisa mendukung atau menambah suasana religius dan magis dari upacara itu. “ Jadi batik tidak hanya untuk memperindah tubuh dan menyenangkan pandangan mata saja, tapi merupakan bagian dari upacara itu sendiri bersama dengan alat-alat upacara yang lain” ( Iwan Tirta, 1985: 3). “Motif-motif batik tidak sekedar gambar atau ilustrasi saja namun motif-motif batik tersebut dapat dikatakan ingin menyampaikan pesan, karena motif-motif tersebut tidak terlepas dari pandangan hidup pembuatnya, dan lagi pemberian nama terhadap motif-motif tersebut berkaitan dengan suatu harapan”

( Kuswadji, K, 1985:10-11).

Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh orang Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.

Teknik membatik telah dikenal sejak ribuan tahun yang silam. Tidak ada keterangan sejarah yang cukup jelas tentang asal usul batik. Ada yang menduga teknik ini berasal dari bangsa Sumeria, kemudian dikembangkan di Jawa setelah dibawa oleh para pedagang India. Saat ini batik bisa ditemukan di banyak negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka, dan Iran. Selain di Asia, batik juga sangat populer di beberapa negara di benua Afrika. Walaupun demikian, batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari Indonesia, terutama dari Jawa.

Sejarah pembatikan di Indonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerjaan Solo dan Yogyakarta.

Jadi kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerjaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah perang dunia kesatu habis atau sekitar tahun 1920. Adapun kaitan dengan penyebaran ajaran Islam. Banyak daerah-daerah pusat perbatikan di Jawa adalah daerah-daerah santri dan kemudian Batik menjadi alat perjaungan ekonomi oleh tokoh-tokoh pedagang Muslim melawan perekonomian Belanda.

Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluaga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.

Lama-lama kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga kraton, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri.

Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai tediri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari: pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanahlumpur.

Jaman Majapahit

Batik yang telah menjadi kebudayaan di kerajaan Majahit, dapat ditelusuri di daerah Mojokerto dan Tulung Agung. Mojoketo adalah daerah yang erat hubungannya dengan kerajaan Majapahit semasa dahulu dan asal nama Majokerto ada hubungannya dengan Majapahit. Kaitannya dengan perkembangan batik asal Majapahit berkembang di Tulung Agung adalah riwayat perkembangan pembatikan didaerah ini, dapat digali dari peninggalan di zaman kerajaan Majapahit. Pada waktu itu daerah Tulungagung yang sebagian terdiri dari rawa-rawa dalam sejarah terkenal dengan nama daerah Bonorowo, yang pada saat bekembangnya Majapahit daerah itu dikuasai oleh seorang yang benama Adipati Kalang, dan tidak mau tunduk kepada kerajaan Majapahit.

Diceritakan bahwa dalam aksi polisionil yang dilancarkan oleh Majapahit, Adipati Kalang tewas dalam pertempuran yang konon dikabarkan disekitar desa yang sekarang bernama Kalangbret. Demikianlah maka petugas-petugas tentara dan keluara kerajaan Majapahit yang menetap dan tinggal diwilayah Bonorowo atau yang sekarang bernama Tulungagung antara lain juga membawa kesenian membuat batik asli.

Daerah pembatikan sekarang di Mojokerto terdapat di Kwali, Mojosari, Betero dan Sidomulyo. Diluar daerah Kabupaten Mojokerto ialah di Jombang. Pada akhir abad ke-XIX ada beberapa orang kerajinan batik yang dikenal di Mojokerto, bahan-bahan yang dipakai waktu itu kain putih yang ditenun sendiri dan obat-obat batik dari soga jambal, mengkudu, nila tom, tinggi dan sebagainya.

Obat-obat luar negeri baru dikenal sesudah perang dunia kesatu yang dijual oleh pedagang-pedagang Cina di Mojokerto. Batik cap dikenal bersamaan dengan masuknya obat-obat batik dari luar negeri. Cap dibuat di Bangil dan pengusaha-pengusaha batik Mojokerto dapat membelinya dipasar Porong Sidoarjo, Pasar Porong ini sebelum krisis ekonomi dunia dikenal sebagai pasar yang ramai, dimana hasil-hasil produksi batik Kedungcangkring dan Jetis Sidoarjo banyak dijual. Waktu krisis ekonomi, pengusaha batik Mojoketo ikut lumpuh, karena pengusaha-pengusaha kebanyakan kecil usahanya. Sesudah krisis kegiatan pembatikan timbul kembali sampai Jepang masuk ke Indonesia, dan waktu pendudukan Jepang kegiatan pembatikan lumpuh lagi. Kegiatan pembatikan muncul lagi sesudah revolusi dimana Mojokerto sudah menjadi daerah pendudukan.

Ciri khas dari batik Kalangbret dari Mojokerto adalah hampir sama dengan batik-batik keluaran Yogyakarta, yaitu dasarnya putih dan warna coraknya coklat muda dan biru tua. Yang dikenal sejak lebih dari seabad yang lalu tempat pembatikan didesa Majan dan Simo. Desa ini juga mempunyai riwayat sebagai peninggalan dari zaman peperangan Pangeran Diponegoro tahun 1825.

Meskipun pembatikan dikenal sejak jaman Majapahait namun perkembangan batik mulai menyebar sejak pesat didaerah Jawa Tengah Surakarta dan Yogyakata, pada jaman kerajaan di daerah ini. Hal itu tampak bahwa perkembangan batik di Mojokerto dan Tulung Agung berikutnya lebih dipenagruhi corak batik Solo dan Yogyakarta.

Didalam berkecamuknya clash antara tentara kolonial Belanda dengan pasukan-pasukan pangeran Diponegoro maka sebagian dari pasukan-pasukan Kyai Mojo mengundurkan diri kearah timur dan sampai sekarang bernama Majan. Sejak zaman penjajahan Belanda hingga zaman kemerdekaan ini desa Majan berstatus desa Merdikan (Daerah Istimewa), dan kepala desanya seorang kiyai yang statusnya Uirun-temurun.Pembuatan batik Majan ini merupakan naluri (peninggalan) dari seni membuat batik zaman perang Diponegoro itu.

Warna babaran batik Majan dan Simo adalah unik karena warna babarannya merah menyala (dari kulit mengkudu) dan warna lainnya dari tom. Sebagai batik setra sejak dahulu kala terkenal juga didaerah desa Sembung, yang para pengusaha batik kebanyakan berasal dari Sala yang datang di Tulungagung pada akhir abad ke-XIX. Hanya sekarang masih terdapat beberapa keluarga pembatikan dari Sala yang menetap didaerah Sembung. Selain dari tempat-tempat tesebut juga terdapat daerah pembatikan di Trenggalek dan juga ada beberapa di Kediri, tetapi sifat pembatikan sebagian kerajinan rumah tangga dan babarannya batik tulis.

Jaman Perkembangan Islam

Riwayat pembatikan di daerah Jawa Timur lainnya adalah di Ponorogo, yang kisahnya berkaitan dengan penyebaran ajaran Islam di daerah ini. Riwayat Batik. Disebutkan masalah seni batik didaerah Ponorogo erat hubungannya dengan perkembangan agama Islam dan kerajaan-kerajaan dahulu. Konon, di daerah Batoro Katong, ada seorang keturunan dari kerajaan Majapahit yang namanya Raden Katong adik dari Raden Patah. Batoro Katong inilah yang membawa agama Islam ke Ponorogo dan petilasan yang ada sekarang ialah sebuah mesjid didaerah Patihan Wetan.

Perkembangan selanjutanya, di Ponorogo, di daerah Tegalsari ada sebuah pesantren yang diasuh Kyai Hasan Basri atau yang dikenal dengan sebutan Kyai Agung Tegalsari. Pesantren Tegalsari ini selain mengajarkan agama Islam juga mengajarkan ilmu ketatanegaraan, ilmu perang dan kesusasteraan. Seorang murid yang terkenal dari Tegalsari dibidang sastra ialah Raden Ronggowarsito. Kyai Hasan Basri ini diambil menjadi menantu oleh raja Kraton Solo.

Waktu itu seni batik baru terbatas dalam lingkungan kraton. Oleh karena putri keraton Solo menjadi istri Kyai Hasan Basri maka dibawalah ke Tegalsari dan diikuti oleh pengiring-pengiringnya. disamping itu banyak pula keluarga kraton Solo belajar dipesantren ini. Peristiwa inilah yang membawa seni bafik keluar dari kraton menuju ke Ponorogo. Pemuda-pemudi yang dididik di Tegalsari ini kalau sudah keluar, dalam masyarakat akan menyumbangkan dharma batiknya dalam bidang-bidang kepamongan dan agama.

Daerah perbatikan lama yang bisa kita lihat sekarang ialah daerah Kauman yaitu Kepatihan Wetan sekarang dan dari sini meluas ke desa-desa Ronowijoyo, Mangunsuman, Kertosari, Setono, Cokromenggalan, Kadipaten, Nologaten, Bangunsari, Cekok, Banyudono dan Ngunut. Waktu itu obat-obat yang dipakai dalam pembatikan ialah buatan dalam negeri sendiri dari kayu-kayuan antara lain; pohon tom, mengkudu, kayu tinggi. Sedangkan bahan kainputihnyajugamemakai buatan sendiri dari tenunan gendong. Kain putih import bam dikenal di Indonesia kira-kira akhir abad ke-19.

Pembuatan batik cap di Ponorogo baru dikenal setelah perang dunia pertama yang dibawa oleh seorang Cina bernama Kwee Seng dari Banyumas. Daerah Ponorogo awal abad ke-20 terkenal batiknya dalam pewarnaan nila yang tidak luntur dan itulah sebabnya pengusaha-pengusaha batik dari Banyumas dan Solo banyak memberikan pekerjaan kepada pengusaha-pengusaha batik di Ponorogo. Akibat dikenalnya batik cap maka produksi Ponorogo setelah perang dunia petama sampai pecahnya perang dunia kedua terkenal dengan batik kasarnya yaitu batik cap mori biru. Pasaran batik cap kasar Ponorogo kemudian terkenal seluruh Indonesia.

Batik Solo dan Yogyakarta

Dari kerjaan-kerajaan di Solo dan Yogyakarta sekitamya abad 17,18 dan 19, batik kemudian berkembang luas, khususnya di wilayah Pulau Jawa. Awalnya batik hanya sekadar hobi dari para keluarga raja di dalam berhias lewat pakaian. Namun perkembangan selanjutnya, pleh masyarakat batik dikembangkan menjadi komoditi perdagamgan.

Batik Solo terkenal dengan corak dan pola tradisionalnya batik dalam proses cap maupun dalam batik tulisnya. Bahan-bahan yang dipergunakan untuk pewarnaan masih tetap banyak memakai bahan-bahan dalam negeri seperti soga Jawa yang sudah terkenal sejak dari dahulu. Polanya tetap antara lain terkenal dengan “Sidomukti” dan “Sidoluruh”.

Sedangkan Asal-usul pembatikan didaerah Yogyakarta dikenal semenjak kerajaan Mataram ke-I dengan rajanya Panembahan Senopati. Daerah pembatikan pertama ialah didesa Plered. Pembatikan pada masa itu terbatas dalam lingkungan keluarga kraton yang dikerjakan oleh wanita-wanita pembantu ratu. Dari sini pembatikan meluas pada trap pertama pada keluarga kraton lainnya yaitu istri dari abdi dalem dan tentara-tentara. Pada upacara resmi kerajaan keluarga kraton baik pria maupun wanita memakai pakaian dengan kombonasi batik dan lurik. Oleh karena kerajaan ini mendapat kunjungan dari rakyat dan rakyat tertarik pada pakaian-pakaian yang dipakai oleh keluarga kraton dan ditiru oleh rakyat dan akhirnya meluaslah pembatikan keluar dari tembok kraton.

Akibat dari peperangan waktu zaman dahulu baik antara keluarga raja-raja maupun antara penjajahan Belanda dahulu, maka banyak keluarga-keluarga raja yang mengungsi dan menetap didaerah-daerah baru antara lain ke Banyumas, Pekalongan, dan kedaerah Timur Ponorogo, Tulungagung dan sebagainy a. Meluasny a daerah pembatikan ini sampai kedaerah-daerah itu menurut perkembangan sejarah perjuangan bangsa Indonesia dimulai abad ke-18. Keluarga-keluarga kraton yang mengungsi inilah yang mengembangkan pembatikan seluruh pelosok pulau Jawa yang ada sekarang dan berkembang menurut alam dan daerah baru itu.

Perang Pangeran Diponegoro melawan Belanda, mendesak sang pangeran dan keluarganya serta para pengikutnya harus meninggalkan daerah kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah Timur dan Barat. Kemudian di daerah-daerah baru itu para keluarga dan pengikut pangeran Diponegoro mengembangkan batik.

Ke Timur batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulung Agung. Selain itu juga menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Sedang ke arah Barat batik berkem-bang di Banyumas, Pekalongan, Tegal, Cirebon.

Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Semula batik dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakan kain mori. Dewasa ini batik juga dibuat di atas bahan lain seperti sutera, poliester, rayon dan bahan sintetis lainnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang dinamakan canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar, sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain. Kain yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin.

Jenis batik ada 2 macam:

* Batik tulis, jika motif batik dibentuk dengan tangan
* Batik cap, jika motif batik dibentuk dengan cap (biasanya dibuat dari tembaga)

Batik Khas Yogyakarta

Bledak Sidoluhur Latar Putih


Kegunaan : Upacara Mitoni ( Upacara Masa 7 Bulan bagi Pengantin Putri saat hamil pertama kali)

Filosofi : Yang menggunakan selalu dalam keadaan gembira.

Cakar Ayam


Kegunaan : Upacara Mitoni, Untuk Orang Tua Pengantin pada saat Upacara Tarub, siraman.

Filosofi : Cakar ayam melambangkan agar setelah berumah tangga sampai keturunannya nanti dapat mencari nafkah sendiri atau hidup mandiri.

Cuwiri


Kegunaan : Mitoni, menggendong bayi

Filosofi : Cuwiri= bersifat kecil-kecil, Pemakai kelihatan pantas/ harmonis.

Grageh Waluh


Kegunaan : Harian (bebas)

Filosofi : Orang yang memakai akan selalu mempunyai cita-cita atau tujuan tentang sesuatu.

Grompol


Kegunaan : Dipakai oleh Ibu mempelai puteri pada saat siraman

Filosofi : Grompol, berarti berkumpul atau bersatu, dengan memakai kain ini diharapkan berkumpulnya segala sesuatu yang baik-baik, seperti rezeki, keturunan, kebahagiaan hidup, dll.

Harjuno Manah


Kegunaan : Upacara Pisowanan / Menghadap Raja bagi kalangan Kraton

Filosofi : Orang yang memakai apabila mempunyai keinginan akan dapat tercapai.

Jalu Mampang


Kegunaan : Untuk menghadiri Upacara Pernikahan

Filosofi : Memberikan dorongan semangat kehidupan serta memberikan restu bagi pengantin.

Jawah Liris Seling Sawat Gurdo


Kegunaan : Berbusana

Filosofi : Jawah liris=gerimis

Kasatrian


Kegunaan : Dipakai pengiring waktu upacara kirab pengantin

Filosofi : Si pemakai agar kelihatan gagah dan memiliki sifat ksatria.

Kawung Picis


Kegunaan : Dikenakan di kalangan kerajaan

Filosofi : Motif ini melambangkan harapan agar manusia selalu ingat akan asal-usulnya, juga melambangkan empat penjuru ( pemimpin harus dapat berperan sebagai pengendali kea rah perbuatan baik). Juga melambangkan bahwa hati nurani sebagai pusat pengendali nafsu-nafsu yang ada pada diri manusia sehingga ada keseimbangan dalam perilaku kehidupan manusia.

Kembang Temu Latar Putih


Kegunaan : Bepergian, pesta

Filosofi : Kembang temu = temuwa. Orang yang memakai memiliki sikap dewasa (temuwa).

Klitik


Kegunaan : Busana Daerah

Filosofi : Orang yang memakai menunjukkan kewibawaan.

Latar Putih Cantel Sawat Gurdo


Kegunaan : Busana Daerah

Filosofi : Bila dipakai menjadikan wibawa.

Lerek Parang Centung


Kegunaan : Mitoni, dipakai pesta

Filosofi : Parang centung = wis ceta macak, kalau dipakai kelihatan cantik (macak).

Lung Kangkung


Kegunaan : Pakaian harian

Filosofi : Lung (Pulung), aslinya dengan memakai kain tersebut akan mendatangkan pulung (rezeki)

.Nitik


Kegunaan : Busana daerah

Filosofi : Orang yang memakai adalah bijaksana, dapat menilai orang lain.

Nitik Ketongkeng


Kegunaan : Bebas

Filosofi : Biasanya dipakai oleh orang tua sehingga menjadikan banyak rejeki dan luwes pantes.

Nogo Gini


Kegunaan : Upacara temanten Jawa (Gandeng temanten)

Filosofi : Apabila memakai kain tersebut kepada pengantin akan mendapatkan barokah (rezeki).

Nogosari


Kegunaan : Untuk upacara mitoni

Filosofi : Nogosari nama sejenis pohon, motif batik ini melambangkan kesuburan dan kemakmuran.

Parang Barong


Kegunaan : Dipakai oleh Sultan/Raja.

Filosofi : Bermakna kekuasaan serta kewibawaan seorang Raja.

Parang Bligon, Ceplok Nitik Kembang Randu


Kegunaan : Menghadiri Pesta

Filosofi : Parang Bligo = bentuk bulat berarti kemantapan hati.

Kembang Randu = melambangkan uang si pemakai memiliki kemantapan dalam hidup dan banyak rejeki.

Parang Curigo, Ceplok Kepet


Kegunaan : Berbusana, menghadiri pesta

Filosofi : Curigo = keris, kepet = isis

Si pemakai memiliki kecerdasan, kewibawaan serta ketenangan.

Parang Grompol


Kegunaan : Busana daerah

Filosofi : Orang yang memakai akan mempunyai rezeki yang banyak.

Parang Kusumo Ceplok Mangkoro


Kegunaan : Berbusana pria dan wanita

Filosofi : Parang Kusumo = Bangsawan

Mangkoro = Mahkota

Pemakai mendapatkan kedudukan, keluhuran dan dijauhkan dari marabahaya.

Parang Nitik


Kegunaan : Busana daerah

Filosofi : Orang yang memakai menjadi luwes dan pantes.

Parang Tuding


Kegunaan : Mitoni, menggendong bayi

Filosofi : Parang = batu karang, Tuding = ngarani = menunjuk, menunjukkan hal-hal yang baik dan menimbulkan kebaikan.

Peksi Kurung


Kegunaan : Busana daerah

Filosofi : Orang yang memakai menjadikan gagah/berwibawa dan mempunyai kepribadian yang kuat

Prabu Anom/Parang Tuding


Kegunaan : Upacara mitoni

Filosofi : Agar si pemakai mendapatkan kedudukan yang baik, awet muda dan simpatik.

Sapit Urang


Kegunaan : Koleksi lingkungan Kraton

Filosofi : Orang yang memakai mempunyai kepribadian yang baik dan hidupnya tidak sembrono.

Sekar Asem


Kegunaan : Pakaian upacara adat Jawa

Filosofi : Asem (mesem : senyum)

Orang yang memakai akan selalu hidup bahagia dan bersikap ramah.

Sekar Keben


Kegunaan : Pakain harian kalangan abdi dalem Kraton

Filosofi : Orang yang memakai akan memiliki pandangan yang luas dan selalu ingin maju.

Sekar Manggis


Kegunaan : Upacara tradisional Jawa

(misal : mitoni)

Filosofi : Dengan memakai kain motif tersebut, akan memberikan kesan luwes/ manis bagi si pemakai.

Sekar Polo


Kegunaan : Dipakai untuk sehari-harian.

Filosofi : Orang yang memakai akan dapat memberikan dorongan/pengaruh kepada orang lain.

Semen Gurdo


Kegunaan : Untuk pesta, busana daerah

Filosofi : Agar si pemakai mendapatkan berkah dan kelihatan berwibawa.

Semen Kuncoro


Kegunaan : Pakaian harian Kraton

Filosofi : Kencono (bahasa Jawa: muncar)

Orang yang memakai akan memancarkan kebahagiaan.

Semen Mentul


Kegunaan : Dipakai untuk harian

Filosofi : Orang yang memakai umumnya tidak mempunyai keinginan yang pasti.

Semen Romo Sawat Gurdo


Kegunaan : Busana daerah

Filosofi : Dipakai menjadikan macak (menarik)

Semen Romo Sawat Gurdo Cantel


Kegunaan : mitoni, dipakai pesta

Filosofi : Agar selalu mendapatkan berkah Tuhan.

Sido Asih


Kegunaan : Bebas

Filosofi : Pemakai akan disenangi (Jawa: ditresnani) oleh banyak orang.

Sido Asih Kemoda Sungging


Kegunaan : Mitoni, menggendong bayi

Filosofi : Sido = Jadi, Asih = sayang. Agar disayangi setiap orang.

Sido Asih Sungut


Kegunaan : Temanten panggih

Filosofi : Sido berarti jadi, asih berarti sayang, ragam hias ini mempunyai makna agar hidup berumah tangga selalu penuh kasih sayang.

Sido Mukti Luhur


Kegunaan : Mitoni, menggendong bayi

Filosofi : Sido Mukti, berarti gembira, kebahagiaan untuk mengendong bayi sehingga bayi merasakan ketenangan, kegembiraan,dll.

Sido Mukti Ukel Lembat


Kegunaan : Temanten panggih

Filosofi : Orang yangmemakai akan menjadi mukti.

Slobog


Kegunaan : Dipakai pada upacara kematian, dipakai pada upacara pelantikan para pejabat pemerintahan.

Filosofi : -Melambangkan harapan agar arwah yang meninggal mendapatkan kemudahan dan kelancaran dalam perjalanan menghadap Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan keluarga yang ditingalkan juga diberi kesabaran dalam menerima cobaan kehilangan salah satu keluarganya.

- Melambangkan harapan agar selalu diberi petunjuk dan kelancaran dalam menjalankan semua tugas-tugas yang menjadi tangung jawabnya.

Soko Rini


Kegunaan : Mitoni, menggendong bayi

Filosofi : Soko = orang, Rini = senang, Pemakai mendapatkan kesenangan kukuh dan abadi.

Tambal Kanoman


Kegunaan : Dipakai orang muda, terutama untuk tingalan tahun (ulang tahun)

Filosofi : Si pemakai akan kelihatan pantas/luwes dan banyak rejeki.

Tirta Teja


Kegunaan : Berbusana

Filosofi : Tirta = air, teja = cahaya. Si pemakai “gandes luwes” dan bercahaya.

Tritik Jumputan


Kegunaan : Busana daerah

Filosofi : Orang yang memakai menjadi luwes dan pantes.

Truntum Sri Kuncoro


Kegunaan : Untuk orang tua pengantin pada waktu upacara panggih.

Filosofi : Truntum berarti menuntun, sebagai orang tua berkewajiban menuntun kedua mempelai memasuki hidup baru atau berumah tangga yang banyak liku-likunya.

Udan Liris


Kegunaan : Busana daerah

Filosofi ; Orang yang memakai bisa menghindari hal-hal yang kurang baik.

Wahyu Tumurun


Kegunaan : Busana daerah

Filosofi : Agar si pemakai mendapatkan wahyu (anugerah).

Wahyu Tumurun Cantel


Kegunaan : Dipakai Pengantin pada waktu panggih

Filosofi : Wahyu berarti anugerah, temurun berarti turun, dengan menggunakan kain ini kedua pengantin mendapatkan anugerah dari yang Maha Kuasa berupa kehidupan yang bahagia dan sejahtera serta mendapat petunjukNya.

Pemaparan Makna Simbolik Motif Batik Tradisional

Berdasarkan observasi dan serangkaian wawancara yang penulis lakukan dalam penelitian, ternyata batik tradisional mempunyai motif yang beraneka ragam dan motif-motif ini masih lestari sampai sekarang.Motif-motif tersebut terdiri dari:

1.Motif Sawat

Kata sawat berarti melempar ( Jawa: balang). Motif ini sebenarnya berawal dari kepercayaan orang-orang Jawa akan adanya seorang dewa yang bernama Batara Indra. Menurut para informan, Batara Indra memiliki sebuah senjata pusaka yang disebut wajra atau bajra, yang berarti pula thathit (kilat). Cara menggunakan senjata pusaka ini adalah dengan melemparkan (Jawa: nyawatake). Menurut mereka, bentuk senjata pusaka tersebut menyerupai seekor ular yang bertaring tajam serta bersayap (Jawa: mawa lar), sehingga jalannya sangat cepat dan tidak terlihat oleh indera mata, sebab hanya berupa sinar merah di angkasa. Senjata pusaka itu bila dilemparkan akan menyambar-nyambar di uadara dan mengeluarkan suara yang amat keras dan menakutkan. Walaupun menakutkan, wajra juga mendatangkan kegembiraan sebab ia dianggap sebagai pembawa hujan yang akan mendatangkan kemakmuran bagi umat manusia. Senjata pusaka Batara Indra ini diwujudkan ke dalam motif batik berupa sebelah sayap dengan harapan agar si pemakai akan selalu mendapatkan perlindungan dalam kehidupannya.

2. Motif Gurda

Motif Gurda lebih mudah dimengerti karena disamping bentuknya yang sederhana juga gambarnya sangat jelas karena tidak terlalu banyak variasinya. Kata gurda berasal dari kata garuda, yaitu nama sejenis burung besar yang menurut pandangan hidup orang Jawa khususnya Yogyakarta mempunyai kedudukan yang sangat penting. Bentuk motif gurda ini terdiri dari dua buah sayap (lar) dan ditengah-tengahnya terdapat badan dan ekor. Menurut orang Yogyakarta burung ini dianggap sebagai binatang yang suci.

Dalam cerita kenaikan Batara Wisnu ke Nirwana dengan mengendarai burung Garuda.Burung ini dianggap sebagai burung yang teguh timbul tanpa maguru, yang artinya sakti tanpa berguru kepada siapapun. Adapun cerita tentang asal mula Garuda menjadi kendaraan Sang Hyang Wisnu, menurut salah seorang informan berawal ketika terjadi peperangan antara Garuda dengan para dewa. Dalam peperangan tersebut para dewa dapat dikalahkan , sehingga mereka meminta bantuan pada Sang Hyang Wisnu, yang kemudian menemui burung Garuda. Pada pertemuan itu terjadi perdebatan diantara keduanya. Oleh karena para dewa telah mengalami kekalahan maka burung Garuda mengajukan usul agar para dewa mengajukan permohonan apa saja yang nantinya akan dikabulkan oleh Garuda. Akhirnya Sang Hyang Wisnu mengajukan permohonan agar Garuda bersedia menjadi tunggangannya untuk mengantarkan kembali ke Sorga Loka (tempat tinggal para dewa).

Menurut pendapat orang Yogyakarta Sang Hyang Wisnu sering disebut sebagai Sang Surya yang berarti matahari atau dewa matahari. Berdasarkan peristiwa diatas, bahwa akhirnya Garuda menjadi tunggangannya Sang Dewa Matahari, maka kemudian Garuda juga dijadikan sebagai lambang matahari. Kecuali itu Garuda dianggap pula sebagai lambing kejantanan. Dasar pemikirannya adalah, karena Garuda sebagai lambang matahari, maka Garuda dipandang sebagai sumber kehidupan yang utama, sekaligus ia merupakan lambang kejantanan, dan diharapkan agar selalu menerangi kehidupan umat manusia di dunia. Hal inilah kiranya mengapa orang Yogyakarta mewujudkan burung yang suci ini kedalam motif batik.

3. Motif Meru

Motif meru, menurut kepercayaan orang Yogyakarta motif ini juga memiliki latar belakang tersendiri yang secara garis besarnya adalah sebagai berikut. Meru berasal dari kata Mahameru, yaitu nama sebuah gunung yang dianggap sakral karena menjadi tempat tinggal atau singgasana bagi Tri Murti yaitu Sang Hyang Wisnu, Sang Hyang Brahma dan Sang Hyang Siwa. Menurut salah seorang informan, di puncak Gunung Mahameru terdapat air keramat yang dinamakan tirta kamandalu, yaitu air yang merupakan sumber kehidupan abadi. Demikianlah Tri Murti dilambangkan sebagai sumber dari segala kehidupan, sumber kemakmuran, dan segala kebahagiaan hidup di dunia. Berdasarkan keyakinan seperti di atas maka orang-orang Yogyakarta mewujudkan pandangannya tersebut ke dalam motif batik, dengan harapan agar mendapatkan berkah dari Tri Murti.

Motif meru ini selain dituangkan dalam lukisan batik, biasanya juga digunakan sebagai motif paes (rias) bagi para pengantin wanita adat Yogyakarta.

4. Motif Semen

Motif semen berkaitan erat dengan motif meru, karena kata semen mempunyai arti semi atau tunas, dan dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa di Gunung Mahameru ataupun pegunungan pada umumnya selalu terdapat tunas-tunas atau tumbuh-tumbuhan yang selalu bersemi. Dalam kepercayaan masyarakat Yogyakarta, di Gunung Mahameru terdapat pohon-pohon yang dianggap sakral. Lebih lanjut salah seorang menceritakan bahwa menurut orang Yogyakarta pepohonan yang dianggap sakral terdiri dari pohon sandilata (pohon hidup) yaitu pohon yang dapat menghidupkan orang yang sudah mati; pohon soma yang tumbuh di puncak Mahameru, yang dapat memberikan kesaktian; pohon jambuwreksa, yang tumbuh di sebelah barat laut , yang mempunyai ketinggian sampai menjulang ke angkasa dengan cabang-cabang yang sangat banyak. Selain itu, di Gunung Mahameru terdapat juga pepohonan yang menjadi milik dari masing-masing Dewa Tri Murti. Pohon acwata yang akarnya menjulur ke bawah dianggap sebagai lambang milik Sang Hyang Wisnu, melambangkan sinar matahari sebagai pohon yang kekal abadi. Pohon plasa dianggap milik Sang Hyang Brahma, sedangkan pohon milik Sang Hyang Siwa dilambangkan dengan pohon nyagroda.

Oleh karena pohon-pohon suci yang terdapat di Gunung Mahameru dipercaya orang Yogyakarta sebagai salah satu bagian dari sumber kehidupan manusia di dunia, maka diwujudkan dalam bentuk motif batik. Di balik bentuk itulah terkandung harapan agar si pemakai selalu dapat berhubungan dengan Sang Maha Pencipta.

Selain jenis motif-motif sebagaimana yang telah dikemukakan diatas, yaitu motif-motif yang biasanya terdapat pada kain batik ataupun yang merupakan bagian dari berbagai motif pada sebuah kain batik, ada beberapa motif yang tidak merupakan bagaian dari sebuah kain batik. Motif jenis ini berupa kain tersendiri, yang biasanya motifnya berdasarkan atau berbentuk dari dua macam warna. Adapun jenis motif semacam ini antara lain adalah sebagai berikut

1. Motif Bango-tulak
Motif ini merupakan kombinasi dari dua warna hitam dan putih, di mana hitam di sebelah luar, memberi batas pada warna putih yang ada di sebelah dalam. Motif ini dianggap sebagai motif tertua. Menurut informan; nama Bango-tulak diambil dari nama seekor burung yang mempunyai warna hitam dan putih yaitu tulak. Menurut orang-orang Yogyakarta burung ini dianggap sebagai hal yang melambangkan umur panjang. Warna hitam diartikan sebagai lambang kekal (Jawa: langgeng), sedang warna putih sebagai lambang hidup (sinar kehidupan), dengan demikian hitam-putih melambangkan hidup kekal. Menurut orang Yogyakarta, hidup yang kekal itu hanya satu yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Jadi hitam dan putih disini mengandung maksud menyerahkan atau mengharapkan hidupnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Dalam pandangan hidup orang Yogyakarta, hal ini disebut dengan istilah Jumbuhing Kawula Gusti (penyatuan hamba dan Tuhan).

Pada perkembangan selanjutnya nama bango-tulak menjadi bangun-tulak. Kata bangun mempunyai arti bangun tidur dan membangun, memperbaiki atau mempengaruhi. Sedangkan kata tulak, berarti sarat untuk menyingkirkan penyakit atau bahaya. Bangun-tulak berarti membangun atau membuat sarat untuk menyingkirkan bahaya dan penyakit agar manusia dapat selamat dalam hidupnya. Motif ini sampai sekarang masih sering dipergunakan baik sebagai pakaian sehari-hari, biasanya dipakai oleh para pegawai Kraton, juga dipergunakan sebagai perlengkapan upacara-upacara sesuai dengan kepercayaan yang ada. Misalnya dalam upacara perkawinan, mendirikan rumah, terutama apabila rumah tersebut mempergunakan tiang-tiang kayu, maka kain ini dipergunakan sebagai penutup ujung tiang atas sebagai penyangga blandar.

2. Motif Sindur

Motif sindur merupakan motif kain yang memiliki kombinasi warna merah dan putih. Warna merah terdapat pada bagian tengah, dan putih pada bagian pinggir yang membentuk gelombang. Motif sindur sering dipergunakan pada waktu orang melaksanakan upacara pernikahan sebagai tanda bahwa ia adalah tuan rumah yang mempunyai hajat. Kain ini dipakai oleh orang tua si pengantin dengan cara diikatkan pada pinggang. Berdasarkan keterangan dari beberapa informan, warna merah dan putih melambangkan permulaan (asal mula) dari hidup atau purwaning dumadi. Menurut informan lebih lanjut, bahwa hal itu dikarenakan dari makna warna-warna itu sendiri, yaitu putih mengandung arti hidup (bapa) sedang merah melambangkan arti suci (biyung). Mengenai warna merah yang melambangkan kesucian ini, para informan menjelaskan bahwa hal tersebut dapat diketahui dari cerita Ramayana, di mana ia mengkisahkan ketika Sinta pulang dari Alengka ia tidak dipercaya kesuciannya oleh Rama, hal ini karena ia telah lama berpisah dengan Rama, dan dekat dengan Dasamuka. Dari ketidakpercayaan Rama ini, kemudian Sinta menunjukkan kesuciannya kepada Rama dengan cara membakar diri, akan tetapi ternyata ia tidak mati. Hal tersebut adalah suatu bukti bahwa Sinta masih suci. Dari uraian inilah, kemudian warna merah sebagai perwujudan dari api dilambangkan sebagai kesucian atau sebagai lambang Ibu (Jawa: biyung). Selanjutnya dari informan dijelaskan bahwa, dalam upacara pernikahan kedua warna tersebut, yaitu merah dan putih diartikan sebagai permulaan dari segala kejadian hidup. Dengan demikian dalam upacara pernikahan, pemakaian sindur dimaksudkan mempertemukan laki-laki dan perempuan sebagai cikal bakal dari kelahiran hidup di dunia.

3. Motif Gadhung Mlathi

Motif Gadhung mlathi merupakan kombinasi dari warna hijau dan putih, warna putih terletak di tengah dan hijau di bagian pinggir. Motif ini sering pula dipergunakan oleh pengantin pria maupun pengantin wanita. Namun sekarang motif ini jarang dipergunakan lagi pada kain (jarik), melainkan hanya kemben bagi wanita dan destar (iket) yaitu ikat kepala bagi pria.

Kata gadhung, menurut seorang informan adalah mempunyai arti hijau (warna hijau) yang melambangkan kemakmuran, ayom-ayem, yaitu tenteram atau damai. Maksud dari arti makmur disini tidak hanya kaya harta benda saja tetapi juga kaya jiwanya dan memiliki banyak pengetahuan, karena mereka yakin bahwa apabila orang memiliki banyak pengetahuan lahir batin dapat memberi ketenteraman dan kedamaian hidup. Mlathi adalah bunga melati yang berwarna putih dan berbau harum. Bau harum dari bunga itu sendiri dianggap orang mengandung kesusilaan atau rasa susila, sehingga sejak dahulu sampai sekarang bunga melati mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta. Oleh karena itu para pemakai motif ini berharap agar mereka dapat hidup makmur baik lahir maupun batin.

Bentuk Perlengkapan Batik Tradisional Dalam Pernikahan Adat Yogyakarta

Di dalam pernikahan adat Yogyakarta, mempelai pria dan wanita yang melakukan pernikahan disebut temanten atau pengantin. Bagi orang tua kedua belah pihak yang sedang menyelenggarakan upacara ini disebut sedang punya hajat mantu(menantu), dan pengantin tersebut oleh kedua orang tua masing-masing pihak disebut sebagai mantune (menantunya).

Menurut pikiran orang-orang Jawa khususnya Yogyakarta, mempunyai hajat (kerja) mantu berarti mempunyai kerja menambah anggota keluarga (Jawa: duwe gawe mantu) yang merupakan pekerjaan yang tidak ringan dan cukup banyak membutuhkan tenaga, pikiran dan harta. Kecuali itu, orang-orang Jawa khususnya Yogyakarta beranggapan bahwa menambah anggota keluarga tidak boleh secara sembarangan. Oleh sebab itu dalam rangka menambah anggota keluarga tersebut si calon menantu harus betul-betul diselidiki agar tidak mengecewakan, sehingga bobot (kedudukan), bibit (keturunan), bebet (silsilah) serta hal-hal lain yang dianggap baik dari calon menantunya benar-benar mendapat perhatian. Namun demikian, sekarang ini yang lebih dipentingkan terutama adalah mengenai diri si calon menantu itu sendiri, apakah ia orang baik-baik, keturunan orang yang jelas dan baik, dan apakah ia sudah bekerja bagi calon pengantin prianya.

Sebelum acara lamaran ada suatu tahap yang disebut nontoni,nontoni adalah upacara untuk melihat calon pasangan yang akan dikawininya. Dimasa lalu orang yang akan nikah belum tentu kenal terhadap orang yang akan dinikahinya, bahkan terkadang belum pernah melihatnya, meskipun ada kemungkinan juga mereka sudah tahu dan mengenal atau pernah melihatnya.

Agar ada gambaran siapa jodohnya nanti maka diadakan tata cara nontoni. Biasanya tata cara ini diprakarsai pihak pria. Setelah orang tua si perjaka yang akan diperjodohkan telah mengirimkan penyelidikannya tentang keadaan si gadis yang akan diambil menantu. Penyelidikan itu dinamakan dom sumuruping banyu atau penyelidikan secara rahasia.

Setelah hasil nontoni ini memuaskan, dan siperjaka sanggup menerima pilihan orang tuanya, maka diadakan musyawarah diantara orang tua / pinisepuh si perjaka untuk menentukan tata cara lamaran. Jika kedua belah pihak telah saling menyetujui, maka mulailah pihak orang tua pria mengajukan lamaran kepada calon besannya. Kemudian sesudah itu mereka mengadakan perundingan tentang penentuan hari pernikahan. Penetapan tanggal, bulan dan tahun, biasanya mereka hitung dengan melihat pedoman-pedoman pada buku primbon yang ada ataupun bertanya kepada orang yang ahli dalam hitungan Jawa. Disamping itu orang Jawa khususnya Yogyakarta juga mempunyai syarat-syarat yang tidak boleh dilanggar, misalnya hari pasaran, dari hari pernikahan ini tidak boleh sama dengan hari pasaran meninggalnya orang tua, nenek ataupun salah seorang dari keluarga si calon pengantin. Setelah ada kesepakatan mengenai hari, tanggal, bulan dan tahun maka mulailah diadakan segala macam persiapan yang berhubungan dengan upacara tersebut sebaik-baiknya, karena yang akan menyelenggarakan pesta atau upacara pernikahan adat Yogyakarta, biasanya sedapat mungkin ingin melaksanakan segala sesuatunya secara lengkap sesuai dengan tata cara dan urutan ataupun hal-hal lain sebagaimana mestinya. Menurut adat Jawa Gaya Yogyakarta , bentuk rangkaian tata cara dalam pelaksanaan upacara pernikahan khususnya yang berhubungan dengan pemakaian batik tradisional sebagai salah satu alat perlengkapannya menurut A. N Suyanto dalam Sejarah Batik Yogyakarta (2002) dan menurut informan adalah sebagai berikut:

Tarub

Istilah tarub sebenarnya bukan merupakan hal yang baru bagi kita khususnya bagi penduduk Yogyakarta. Adapun tarub itu tidak lain adalah hiasan dari janur kuning (daun kelapa yang masih muda) yang ditempelkan pada tepi tratag (= tratag tambahan yang terbuat dari anyaman daun kelapa yang masih hijau (bleketepe)).

Andaikata rumah tempat keluarga yang mempunyai hajat tersebut cukup memungkinkan untuk menampung para tamu, maka tratag dapat dibuat sepantasnya saja, karena hal ini sudah menjadi tradisi ataupun syarat yang tidak boleh terlupakan.

Menurut naluri bagi keluarga yang mempunyai suatu hajat, pemasangan tarub ini dilaksanakan menurut saat atau perhitungan waktu. Demikian juga dalam hajat pernikahan pemasangan tratag beserta tarubnya dilaksanakan menurut saat pula atau bersamaan dengan memandikan calon pengantin, dalam bahasa Jawa lazim disebut Siraman, yaitu sehari sebelum pernikahan dilaksanakan.

Pada saat upacara tarub, orang tua pengantin wanita memakai kain batik motif cakar ayam, bapak memakai sabuk sindur, dan Ibu mengenakan kemben sindur.

Siraman

Secara harafiah kata siraman artinya adalah cara atau hal mandi, yang berasal dari kata siram. Upacara ini sering disebut upacara nyirami, yang artinya memandikan, yaitu memandikan calon pengantin dengan maksud disucikan. Acara ini dilaksanakan sehari sebelum acara pernikahan, dan biasanya dilakukan oleh beberapa orang wanita yang sudah tua dan telah banyak pengalaman hidup, sehingga diharapkan dapat memberikan tuah dan doa restu kepada para calon pengantin.

Pada waktu disirami pengantin memakai kain batik yang motifnya bebas. Pada saat upacara pengantin memakai kain mori sebagai sebagai telesan, setelah selesai siraman mempelai wanita keluar dari ruang mandi memakai kain dengan motif grompol. Pada saat upacara siraman, ibu dari mempelai wanita memakai kain batik yang bermotif cakar, yang mengandung makna agar calon pengantin dapat mencari nafkah atau rejeki dengan baik untuk mencukupi kebutuhan keluarganya kelak. Setelah upacara siraman selesai, mempelai wanita keluar dari ruang mandi untuk kemudian dirias. Menjelang dirias mempelai wanita diberi pakaian dengan menggunakan kain bermotif truntum, pada saat yang sama tidak diperbolehkan memakai perhiasan sampai dengan upacara midodareni selesai. Pada saat dirias calon mempelai wanita duduk di atas tikar yang disebut klasa bangka ialah tikar daun pandan yang anyamannya kasar, yang di dalamnya kemudian diisi dengan berbagai dedaunan dan berbagai macam kain batik. Adapun kain-kain batik tersebut antara lain adalah kain bango tulak, gadhung mlathi, sindur dan lain-lain, yang kemudian ditutup dengan kain yang disebut kain mancawarna. Menurut kepercayaan orang Jawa khususnya Yogyakarta, kain mancawarna ini melambangkan arah mata angin, yaitu timur dilambangkan dengan warna putih dengan dewanya Maheswara; selatan dilambangkan dengan warna merah dengan dewanya adalah Sang Hyang Brahma; barat dengan warna kuning dengan dewanya yaitu Maha Dewa atau Batara Kala; dan sebelah utara dilambangkan warna hitam dengan dewanya adalah Batara Wisnu; sedangkan di tengah- tengah sebagai pusat dari empat penjuru mata angin tersebut adalah Dewa Siwa. Jadi dengan demikian mempelai yang sedang dirias itu duduk di tengah atau di pusat dan menjadi pusat perhatian, dengan harapan semoga segala kebaikan memusat pada mempelai.

Midodareni

Acara ini dilakukan pada malam hari setelah acara siraman. Kata midodareni berasal dari kata widodari yang artinya bidadari. Menurut kepercayaan orang Jawa khususnya Yogyakarta, pada malam midodareni para bidadari turun dari kahyangan atas perintah Batara Guru (Batara Siwa) untuk merias pengantin wanita agar cantik jelita laksana Dewi Sembadra, sedang pengantin prianya seperti Arjuna. Oleh sebab itulah baik pengantin pria maupun wanita dianjurkan untuk berjaga-jaga dan tidak tidur setidak-tidaknya sampai pukul 12 malam.

Pada malam midodareni, calon pengantin mengenakan kain batik parang-kusumo, yang dianggap sebagai bunga di tengah-tengah para tamu atau kerabatnya. Di samping itu juga sering digunakan kain batik parang gondo-suli. Kata gondo berarti bau, sedang suli adalah bunga, dengan demikian kedua pasangan pengantin yang mengenakan kain tersebut diharapkan agar kelak dikemudian hari dapat menjadi orang yang sejahtera dan selalu sukses.

Akad Nikah

Acara ini merupakan acara puncak dan yang paling dinanti-nanti, karena akad nikah merupakan inti dari semua rangkaian upacara pernikahan tersebut. Upacara ini biasanya diselenggarakan pada pagi hari sesudah malam midodareni.

Umumnya akad nikah dilakukan berdasarkan agama atau kepercayaannya masing-masing. Untuk orang Jawa khususnya Yogyakarta yang beragama Islam, akad nikah dilakukan dihadapan penghulu, atau naib, yang dapat dilangsungkan di masjid ataupun rumah kediaman mempelai wanita. Antara mempelai pria dan wanita, acara ini dilangsungkan pada saat yang sama hanya saja di ruangan yang berbeda. Pada saat upacara ijab kabul, pengantin pria duduk diatas tikar (Jawa: klasa bangka) yang diisi dengan bermacam-macam daun yang kemudian ditutup dengan mori (kain yang berwarna putih) yang melambangkan sinar positif atau hidup.